Polisi Nyamar Jadi Pembeli, Bandar Sabu di Luwu Dibekuk di Kompleks SMPN 4

Bandar tersebut adalah Erwin bin Rauf, pekerjaan tidak ada, pendidikan terakhir tamat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Polisi Nyamar Jadi Pembeli, Bandar Sabu di Luwu Dibekuk di Kompleks SMPN 4
Dok. Polres Luwu
Bandar sabu, Erwin bin Rauf 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kepolisian Resor (Polres) Luwu membekuk bandar sabu di kompleks Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Luwu di Dusun Binturu, Desa Binturu, Kecamatan Larompong, Kamis (10/10/2019).

Bandar tersebut adalah Erwin bin Rauf, pekerjaan tidak ada, pendidikan terakhir tamat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kedai Haya 1970 Tempat Nongkrong Asik di Malili, Siapa Ownernya?

Guru Besar IPB Nilai Pembangunan Pertanian Lima Tahun Terakhir Dilakukan Optimal

Komentari Rosa Meldianti yang Ingin Jadi Putri Indonesia, Siapa Frederika Alexsis Cull

Begal Beraksi di Biringkanaya dan Parangi Warga, Polisi: Pelaku Sudah Ditangkap

Kapolda Sulbar Lantik Pejabat Baru Dirbinmas, Ini Namanya

Kasat Narkoba Polres Luwu, AKP Awaluddin mengatakan, penangkapan ini berdasarkan hasil penyelidikan.

Polisi memperoleh informasi jika di sekolah tersebut kerap dijadikan tempat transaksi sabu yang dilakukan oleh Erwin.

"Anggota menyamar sebagai pembeli dan memesan sabu kepada Erwin melalui telepon. Dan tempat transaksi di kompleks SMP 4 Binturu," ujarnya, Jumat (11/10/2019).

Saat transaksi, personel langsung menyergap dan menangkap dan dilakukan penggeledahan.

Dari penggeledahan tersebut, polisi mendapatkan barang bukti sabu seberat 5.52 gram.

Bandar sabu, Erwin bin Rauf
Bandar sabu, Erwin bin Rauf (Dok. Polres Luwu)

"Hasil pemeriksaan, pelaku mengaku memperoleh barang dari seseorang berinisial AR," katanya.

AR saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) usai dilakukan pencarian di rumahnya, namun tidak berada di tempat.

Selain sabu, polisi juga mengamankan barang bukti alat isap atau bong, satu hape, satu kaca pirex, sedotan, selotip dan kantong plastik.

Kini pelaku beserta barang bukti diamankan guna pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Luwu, Jl Merdeka Selatan, Desa Senga Selatan, Kecamatan Belopa. (*)

Kader Ramai-ramai Mundur, Plt Ketua DPD II Golkar Luwu Lakukan ini

Pasca pencopotan Patahudding yang akrab disapa Pata sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Luwu, sejumlah loyalis juga menyatakan mundur.

Baik pengurus harian seperti Wakil Sekretaris hingga ke pimpinan kecamatan.

Pimpinan Kecamatan Bajo, Suparman, saat dihubungi mengatakan dirinya dalam waktu dekat juga akan mundur.

"Saya sudah tidak lanjut lagi di Golkar. Nanti setelah rapat internal sekali ini, saya akan mundur," ujarnya, Kamis (10/10/2019).

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Teken Kerjasama Perusahaan dan Pendidikan di Makassar

Optimistis PSM Masuk Lima Besar, Erwinsyah: Maksimalkan Laga Home

Kunai Senjata Khas Ninja Jepang Digunakan Pelaku Tikam Wiranto di Banten: Bisa Hancurka Dinding!

Dia juga membeberkan di tingkat pimpinan kecamatan, sudah di atas 60 persen yang akan mundur.

Dari jumlah 22 pimpinan kecamatan Partai Golkar di Kabupaten Luwu.

"Untuk pincam sendiri sudah di atas 60 persen sudah nyatakan ingin mundur, dari 22 kecamatan di Luwu. Dengan adanya pergantian pimpinan DPD II," katanya.

Sementara Pelaksana Tugas Ketua DPD II Partai Golkar Luwu, Madjid Tahir menuturkan jika loyalis Pata sapaan akrab Patahudding tidak mengerti mekanisme pemberhentian Ketua DPD II.

"Pata bukan diganti karena bermasalah, hanya mekanisme partai dimana dia (Patahudding) sebagai plt saat Andi Mudzakkar mundur dan maju sebagai Calon Wakil Gubernur,"

"Belakaan ini komposisi kepengurusan DPD I kebetulan sudah tidak ada lagi nama Patahudding, sehingga dirinya sudah tidak bisa lg menjadi pelaksana tugas," ujar Madjid.

Sehingga Ketua DPD I, Nurdin Halid, mencari pengurus yang lain dan menunjuk nama Madjid Tahir.

"Dan Patahudding mengerti. Pak Nurdin bilang, kamu (Pata) diganti dulu dan yang gantikan kamu akan menyiapkan Musda. Dan kamu boleh mencalonkan diri dalam musda," jelasnya.

Dirut Pegadaian Kuswiyoto Teken Kerjasama Perusahaan dan Pendidikan di Makassar

Optimistis PSM Masuk Lima Besar, Erwinsyah: Maksimalkan Laga Home

Kunai Senjata Khas Ninja Jepang Digunakan Pelaku Tikam Wiranto di Banten: Bisa Hancurka Dinding!

Untuk merangkul kembali kader yang ingin mengundurkan diri, Madjid Tahir akan melakukan rekonsiliasi.

Dengan cara mendatangi satu per satu kader yang menyatakan sikap ingin mundur, agar kembali membesarkan partai.

"Saya hanya datang ke sini untuk mengkoordinasikan, mendampingi bagaimana agar bisa move on. Karena kita harus akui, kekalahan beruntun yang dialami di Luwu," tuturnya.

Kekalahan beruntun tersebut dari pemilihan gubernur, bupati, hingga di pemilihan legislatif jumlah kursi Golkar kini menurun dari enam jadi tiga.

"Saya nanti akan mendatangi awal pak Patahudding, dan mengajak seluruh kader yang ingin mundur untuk kembali memperjuangkan partai," tutupnya.

Sebelumnya, kader DPD II Partai Golkar Luwu ramai-ramai mengundurkan diri dari kepengurusan partai.

Hal tersebut terjadi pasca Ketua DPD II Partai Golkar Luwu, Patahudding, diberhentikan oleh Ketua DPD I Partai Golkar.

Salah satu pengurus partai yang menyatakan diri mundur adalah wakil sekretaris DPD II Partai Golkar, Ismail Ishak.

Ismail membeberkan alasan dirinya dan pengurus lainnya mundur karena merasa partainya sudah tidak sehat.

"Alasan kami mundur karena ada mekanisme partai yang dilabrak. Ini sudah tidak sehat, jadi kami pilih mundur," katanya, Kamis (10/9/2019).

Meski saat ini mundurnya dari kepengurusan masih secara lisan.

Namun akan memasukkan surat pengunduran dirinya secara resmi pada Senin(14/10/2019) mendatang.

"Hari senin secara resmi kami akan memasukkan surat pengunduran diri, dan melakukan konferensi pers," tuturnya.

Selain dirinya, Wakil Sekretaris II PG Luwu, Sopyan dan pimpinan cabang lainnya juga turut mundur.

Sebelumnya, DPD I Golkar Sulawesi Selatan memberhentikan Ketua DPD II Golkar Luwu, Patahuddin, Rabu (9/10/2019).

Pemberhentian Patahuddin berdasarkan Surat Keputusan (SK) nomor KEP -010/DPD-1/PG/X/2019 yang dikeluarkan DPD I pertanggal 3 Oktober 2019.

SK tersebut ditandatangani Ketua DPD I, Nurdin Halid dan Sekretaris Abdillah Natsir.

Dalam SK memutuskan Patahuddin digantikan oleh Madjid Tahir sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

SK tersebut tidak dijelaskan alasan penggantian mantan calon bupati Luwu itu.

Setelah ditunjuk menjadi Plt, Madjid Tahir diberi tugas untuk melakukan konsolidasi internal dan mempersiapkan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Luwu.

Musda akan digelar selambat-lambatnya dua bulan setelah SK tersebut dikeluarkan.

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, @desy_arsyad

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved