Tiga Kali ke Kantor DPRD Wajo, Guru Honorer SMAN 9 Wajo Kembali Berurai Air Mata

Tiga Kali ke Kantor DPRD Wajo, Guru Honorer SMAN 9 Wajo Kembali Berurai Air Mata

Tiga Kali ke Kantor DPRD Wajo, Guru Honorer SMAN 9 Wajo Kembali Berurai Air Mata
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Sejumlah guru honorer SMAN 9 Wajo yang diberhentikan menangis di Kantor DPRD Wajo, Kamis (10/10/2019). 

Tiga Kali ke Kantor DPRD Wajo, Guru Honorer SMAN 9 Wajo Kembali Berurai Air Mata

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Untuk ketiga kalinya, Guru Honorer SMAN 9 Wajo mendatangi kantor DPRD Wajo untuk curhat, Kamis (10/10/2019).

Kedatangan pertama mereka ketika masih DPRD Wajo periode 2014-2019, pada 29 Juli 2019. Kedua, pada 7 Oktober 2019 lalu.

Bahkan, sekali lagi, mereka berurai air mata menceritakan ketidakadilan yang diterimanya oleh pihak SMAN 9 Wajo.

Baca: Mourinho Tolak Klub Portugal dan China, Incar Kursi Pelatih Tottenham? Ada Pesaing dari Italia

Baca: Hanya Lima Bulan, Mantan Bintang PSM Makassar Dua Kali “Kehilangan” Kursi Pelatih

Baca: 14 Artis Anggota DPR RI, Siapa Paling Kaya? Ini Laporan LHKPN

"Beberapa tuntutan yang sudah kami layangkan ke DPRD Wajo, tentang pengembalian hak, harkat, dan martabat sebagaimana mestinya," kata salah satu guru honorer SMAN 9 Wajo yang dipecat, Nove Tri Nuryana Harahap.

Sejumlah guru honorer SMAN 9 Wajo yang diberhentikan menangis di Kantor DPRD Wajo, Kamis (10/10/2019).
Sejumlah guru honorer SMAN 9 Wajo yang diberhentikan menangis di Kantor DPRD Wajo, Kamis (10/10/2019). (TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN)

Tuntutannya, yakni dikembalikan ke dapodik guru honorer SMAN 9 Wajo, kembalikan jam mengajar guru honorer sesuai dengan jam mengajar mereka sebelumnya, memastikan nama guru honorer terkomodir dalam SK Gubernur yang terancam hilang.

Lalu, berranggungjawab atas pengurusan berkas sertifikasi yang terlambat akibat polemik ini, menyelesaikan pengupahan honorer yang fak sesuai pada semester sebelumnya, bertanggungjawab atas pembayaran gaji sesuai SK Gubernur semester ini.

Menerbitkan SK pembagian tugas semester ganjil ini, menciptakan situasi kondisi kondusif serta nyaman bagi seluruh warga SMAN 9 Waji, serta mengharapkan tak ada lagi intrik, intimidasi, introgasi, dan gerakan tambahan, usai dilakukan rekonsiliasi.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 9 Wajo, Nurnaningsih menyebutkan, keputusan mengeluarkan honorer tersebut, adalah keputusan bersama unsur pimpinan sekolah.

"Satu permintaan kami, cuma ibu Novel pulihkan nama baik kami, secara pribadi juga, dan untuk dapodik, bisa dicover," katanya.

Halaman
123
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved