PDIP Minta Jatah 4 Kursi di Kabinet Kerja Jokowi, Ini Orang Terdekat Megawati Diduga Calon Menteri

PDIP Minta Jatah 4 Kursi di Kabinet Kerja Jokowi, Ini Orang Terdekat Megawati Diduga Calon Menteri

PDIP Minta Jatah 4 Kursi di Kabinet Kerja Jokowi, Ini Orang Terdekat Megawati Diduga Calon Menteri
Istimewa
PDIP Minta Jatah 4 Kursi di Kabinet Kerja Jokowi, Ini Orang Terdekat Megawati Diduga Calon Menteri 

PDIP Minta Jatah 4 Kursi di Kabinet Kerja Jokowi, Ini Orang Terdekat Megawati Diduga Calon Menteri

TRIBUN-TIMUR.COM-PDIP sebagai pengusung Jokowi-Ma'ruf meminta minimal 4 jatah kursi kementrian.

Untuk kursi tersebut ada orang di dekat Megawati yang diduga calon kuat mengisi kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Pelantikan Presiden Jokowi tanggal 20 Oktober 2019 tinggal menunggu hari.

Menjelang pelantikannya tersebut, teka-teki tentang kabinet untuk kementerian Jokowi periode dua ini menjadi pembicaraan.

Desas-desus siapa saja yang masuk dalam jajaran menteri Jokowi-Ma'ruf pun semakin sering diperbincangkan.

Siapa Arteria Dahlan? Politisi PDIP Berani Tunjuk-tunjuk dan Sebut Emil Salim Sesat di Mata Najwa

Ternyata Ini Penyebab Hasil Seleksi CPNS 2018 Papua dan Papua Barat Tak Kunjung Diumumkan, Ada Apa?

Beberapa nama pun muncul dan diyakini sebagai menteri baru yang akan mengisi pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

Termasuk nama-nama orang yang dekat dengan Mewagawati Soekarnoputri disebut-sebut menjadi kandiddat kuat menteri.

Dilansir oleh WartaKotalive.com pada Kamis (10/10/2019), PDI Perjuangan sebagai partai yang memberikan porsi dukungan terbesar kepada Jokowi disebut-sebut akan mendapatkan jatah menteri yang lebih banyak dibandingkan partai pendukung Jokowi lainnya di Pilpres 2019.

Apalagi PDIP merupakan partai pemenang Pemilu 2019.

Pada Kongres V PDIP yang diselenggarakan di Bali Juli 2019 lalu, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Jokowi sudah memberi sinyal PDIP akan mendapatkan jatah kursi menteri terbanyak.

Bahkan pada kesempatan itu, eks Ketua DPP PDIP Puan Maharani mengatakan partainya mengajukan 10 nama calon menteri ke Jokowi.

Nama-nama calon menteri dari PDIP sudah ada di kantong Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Yang jelas sudah ada di kantong ketua umum. Kita juga sudah bahas tertutup, terbatas," kata Puan.

Dari kiri, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Puan Maharani, Presiden terpilih, Joko Widodo, Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, dan Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto berbincang usai pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Marina Convention Center (MCC), Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9/2014). Pada Rakernas Keempat PDIP ini mengusung tema Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)
Dari kiri, Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP, Puan Maharani, Presiden terpilih, Joko Widodo, Wakil Presiden terpilih, Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, dan Ketua Umum DPP Partai Hanura, Wiranto . (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan)

Minimal 4 jatah PDIP

Dikonfirmasi hal tersebut, Pengamat Politik M Qodari menduga PDIP akan mendapatkan minimal empat kursi menteri dari Jokowi.

Di luar itu, menurut Qodari, bisa saja PDIP mendapatkan kursi menteri yang lebih dari empat jika muncul kalangan profesional yang didorong PDIP.

"Mungkin ada calon menteri dari profesional tapi di-endorse PDIP," ujar Qodari, Selasa (8/10/2019) dikutip TribunnewsWiki dari TribunKaltim.

Menurut Qodari, jika mengacu pada pernyataan Jokowi maka jatah kursi menteri dari parpol di kabinet mendatang terbilang sedikit.

Dari 34 kursi menteri sebanyak 45 persen di antaranya jatah untuk parpol.

"Dengan demikian kursi dari partai cuma 15 orang," ujar Qodari.

Sementara parpol pendukung Jokowi di Pilpres 2019 terbilang banyak yakni PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, PKB, Hanura, PBB, PKPI, PSI, dan Perindo.

Kaesang Pangarep Diwisuda di Singapura, Tak Mengaku Anak Presiden hingga KKN di Tempat Tak Biasa

Meninggal Gegara Disiksa Petugas Asrama, Curhat Calon Hafiz ini Viral, Ada Pesan Haru untuk sang Ibu

Inilah Orang di Dekat Megawati yang Disebut Calon Kuat jadi Menteri

Dikutip TribunnewsWiki dari TribunKaltim.com, Qodari memperkirakan nama-nama calon menteri dari PDIP tentu yang 'dekat' dan dipercaya oleh Megawati.

Menteri yang memiliki track record bagus dan memiliki kemampuan kepemimpinan serta loyalitas terhadap partai.

Apalagi karena ketua umum partai diberikan kewenangan mengusulkan nama-nama calon menteri meskipun keputusan tetap berada di tangan Jokowi.

"Saya pikir untuk nama-nama calon menteri dari PDIP harus dari kantong dan dekat Bu Mega. Bukan dekat Jokowi," ujar Qodari dengan nada bercanda.

Menurut Qodari, publik bisa menebak nama-nama seperti Ryamizard Ryacudu dan Budi Gunawan sebagai orang-orang dekat Megawati diperkirakan kembali akan menjadi menteri Jokowi pada periode mendatang.

Saat ini Ryamizard masih menjabat menteri pertahanan RI dan Budi Gunawan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN).

Selain itu, Qodari menyebut orang kepercayaan Megawati seperti Eriko Sotarduga bisa jadi masuk kandidat kuat calon menteri.

"Atau nama-nama lain yang dekat Puan Maharani dan Prananda Prabowo," kata Qodari.

Dua orang penting di dekat Megawati seperti Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan putra Megawati yakni Prananda Paloh diprediksi tidak diajukan sebagai menteri Jokowi.

Menurut Qodari, Hasto dipercaya Megawati untuk mengurus PDIP Perjuangan apalagi jabatannya sebagai Sekjen PDIP sangat penting dan strategis.

"Prananda Prabowo juga bertugas urus partai. Juga bukan tipe eksekutor. Prananda itu itu tipe pemikir, ideolog," ujar Qodari.

Berikut adalah profil masing-masing kandidat :

Ryamizard Ryacudu

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu merupakan Menteri Pertahanan Indonesia dalam Kabinet kerja yang mulai menjabat pada 27 Oktober 2014.

Lahir di Palembang pada 21 April 1950 dan merupakan anak dari perwira tinggi Angkatan Darat Mayjen TNI Musannif Ryacudu, anggota TNI AD yang dekat dengan Presiden Soekarno.

Ryamizard Ryacudu menjalani masa kecil di Kalimantan dan Jakarta.

Kemudian masuk sekolah militer AKABRI di Magaleng dan lulus pada 1974.

Pada usia 24 tahun, Ryamizard bergelar letnan dua infanteri.

Ketika di AKABRI, Ryamizard Ryacudu diketahui merupakan kawan dari Prabowo Subianto.

Ryamizard Ryacudu (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Ryamizard Ryacudu (TRIBUNNEWS/DANY PERMANA) (tribunnews.com)


Budi Gunawan

Jenderal Pol. Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D.adalah tokoh kepolisian Indonesia.

Ia menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Negara sejak 9 September 2016 menggantikan Sutiyoso.

Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Wakapolri mendampingi Jenderal Pol. Badrodin Haiti sejak 22 April 2015 dan Jenderal Pol. Tito Karnavian sejak 13 Juli 2016, hingga dilantik sebagai Kepala BIN pada 9 September 2016.

Pada tanggal 2 September 2016, Presiden Jokowi menunjuk Jenderal Pol. Budi Gunawan menjadi Kepala BIN menggantikan Sutiyoso dan mengirimkan surat kepada DPR.

Sidang Paripurna DPR kemudian menyetujui hasil Fit & Proper Test Komisi I DPR terhadap Calon Kepala BIN yang dilakukan sehari sebelumnya.

Budi Gunawan menjadi unsur Polisi kedua setelah Jenderal Pol. Sutanto (2009-2011) yang memimpin lembaga telik sandi tersebut.

Jenderal Pol. Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D.
Jenderal Pol. Prof. Dr. Budi Gunawan, S.H., M.Si., Ph.D. (tribunnews)


Hasto Kristiyanto

Ir Hasto Kristiyanto, MM merupakan politisi asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang saat ini menjabat sebagai Sekjen PDIP.

Hasto Kristiyanto lahir di Yogyakarta pada 7 Juli 1966 telah telah tertarik dengan politik sejak duduk di bangku SMA.

Ketika bersekolah di SMA Kolase de Britto Yogyakarta, Hasto Kristiyanto gemar membaca buku-buku politik.

Hasto Kristiyanto juga aktif dalam organisasi kampus selama dirinya menjadi mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Negeri Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Hasto Kristiyanto juga pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM.

Hasto Kristiyanto merupakan politisi PDIP yang saat ini menjabat sebagai Sekjen PDIP
Hasto Kristiyanto merupakan politisi PDIP yang saat ini menjabat sebagai Sekjen PDIP (instagram.com/@celebestopnews)

Hasto Kristiyanto juga menjadi orang kepercayaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sekaligus menjadikan Hasto Kristiyanto sosok penting dalam PDIP.

Jelang Pemilu 2014, Hasto mendapatkan tugas dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjadi coordinator juru bicara tim pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla.

Saat ini, hasto Kristiyanto menjabat sebagai Sekjen DPP PDIP periode 2015-2020.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/ Abdurrahman Al Farid)

Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved