Ilham Gazaling Paparkan Strategi Pembangunan PPPA di Hadapan Forum Puspa

Selain itu, masalah lain yang juga dihadapi seperti, tindak kekerasan dan diskriminasi serta pemenuhan hak anak yang belum optimal.

Ilham Gazaling Paparkan Strategi Pembangunan PPPA di Hadapan Forum Puspa
Ist
Ilham A Gazaling dipercaya menjadi narasumber pada Pelatihan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak Bagi Anggota Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa), Kamis 10 Oktober 2019 di Makassar. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Salah satu permasalahan dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia adalah masih adanya kesenjangan gender untuk berpartisipasi dalam pembangunan, utamanya di bidang politik dan ekonomi.

Selain itu, masalah lain yang juga dihadapi seperti, tindak kekerasan dan diskriminasi serta pemenuhan hak anak yang belum optimal.

Hal ini diuraikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Provinsi Sulawesi Selatan, Ilham A. Gazaling.

Pohon Tumbang di Jalan Poros Bantimurung Maros, Tindakan Polisi?

Begini Kondisi Terbaru Menkopolhukam Wiranto Setelah Ditusuk 2 Kali di Pandeglan, Identitas Pelaku

PDIP Minta Jatah 4 Kursi di Kabinet Kerja Jokowi, Ini Orang Terdekat Megawati Diduga Calon Menteri

Ilham A Gazaling dipercaya menjadi narasumber pada Pelatihan Pengarusutamaan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Pemenuhan Hak Anak Bagi Anggota Forum Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa), Kamis 10 Oktober 2019 di Makassar.

Ilham menyebutkan, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) di tahun 2015, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan hanya berada di angkat 48,87 %, jauh dibawah partisipasi angkatan kerja laki-laki yang mencapai 82,71 %.

"Dari segi pendapatan, berdasarkan data ILO di tahun yang sama, rata-rata gaji yang diterima perempuan 23 persen lebih rendah dari pekerja laki-laki," ujar Ilham A Gazaling dalam rilisnya ke Tribun-Timur.com.

Dari sisi tindak kekerasan, perempuan dan anak juga menjadi kelompok yang sangat rentan.

Berdasarkan kajian UNICEF di tahun 2017, perempuan dan anak memiliki resiko 4 kali lebih tinggi menjadi korban perdagangan orang.

Untuk itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan-persoalan tersebut.

"Ada tiga langkah pokok yang mesti dilakukan, yaitu pemihakan, penyiapan dan perlindungan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved