Nurlyah Djamir ASN Gowa Gagas Sistem Pemupukan Padi 3T, Untuk Apa?

Nurlyah mengatakan proyek perubahan Sistem Pemupukan 3T ini lahir atas potensi produktivitas padi di Kabupaten Gowa yang masih dapat ditingkatkan.

Nurlyah Djamir ASN Gowa Gagas Sistem Pemupukan Padi 3T, Untuk Apa?
Humas Pemkab Gowa
Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa Muchlis memberikan penghargaan kepada Nurlyah sebagai reformer terbaik hasil Diklat Kepemimpinan Administrator angkatan IX Tahun 2019 Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa. (Foto Humas Pemkab Gowa) 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Nurlyah Djamir, ASN Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa menggagas proyek perubahan Sistem Pemupukan pagi dengan 3T, yakni tepat waktu, tepat dosis, dan tepat jenis.

Nurlyah mengatakan proyek perubahan Sistem Pemupukan 3T ini lahir atas potensi produktivitas padi di Kabupaten Gowa yang masih dapat ditingkatkan.

Untuk itu ia menggasan program pemupukan padi dengan 3T. Gagasan ini turut diangkat dalam inovasi perubahan pada diklat kepemimpinan adminstrator yang diikuti.

Profil Aji Kurniawan, dari SSB di Maros Hingga Satu Tim Dengan Idola di PSM

Gagal Jadi Menantu Presiden Jokowi, Potret Mantan Kekasih Kahiyang Ayu Sebelum Bobby, Ganteng Mana?

Ini Identitas Korban Kecelakaan Maut di Majene

"Saat ini produksi padi di Gowa berkisar 6 ton perhektar, namun setelah melakukan wawancara ke beberapa petani jumlah 6 ton ini mampu kita tingkatkan asal pengelolaannya dilakukan secara tepat," katanya, Rabu (9/10/2019).

Nurlyah menyebut, dalam meningkatkan produktifitas padi dapat dilakukan dengan dua cara.

Pertama, ekstensifikasi atau perluasan lahan. Kedua intensifikasi atau pemberian pupuk berimbang.

Namun untuk ekstensifikasi tidak mungkin lagi dapat dilakukan. Salah satu upaya yang dapat kita lakukan saat ini yakni intensifikasi atau pemberian pupuk yang berimbang.

Nurliyah mengaku ingin para petani tidak hanya menggunakan pupuk satu jenis atau majemuk, tetapi juga harus mengetahui bahwa nutrisi padi juga membutuhkan fosfor dan kalium dalam untuk meningkatkan bulir bulir padi.

"Sehingga jika ini dapat berjalan baik dikalangan petani maka produktifitas padi dapat meningkat," bebernya Nurlyah.

Atas gagasan proyek perubahan ini, Nurlyah menduduki posisi pertama reformer terbaik hasil dari Diklat Kepemimpinan Administrator angkatan IX Tahun 2019 Lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa.

Profil Aji Kurniawan, dari SSB di Maros Hingga Satu Tim Dengan Idola di PSM

Gagal Jadi Menantu Presiden Jokowi, Potret Mantan Kekasih Kahiyang Ayu Sebelum Bobby, Ganteng Mana?

Ini Identitas Korban Kecelakaan Maut di Majene

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved