Jadwal Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Kenapa Bisa Terjadi?

Jadwal fenomena hari tanpa bayangan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, kenapa bisa terjadi?

Jadwal Fenomena Hari Tanpa Bayangan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Kenapa Bisa Terjadi?
BEERPHOTOGRAPHER
Ilustrasi. Jadwal fenomena hari tanpa bayangan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, kenapa bisa terjadi? 

Matahari mengalami gerak semu tahunan yang sifatnya siklik mulai dari yang terbesar deklinasi +23º 26' hingga yang terkecil deklinasi -23º 26'.

Perubahan deklinasi tersebut membuat Matahari akan menempati titik zenith yang tepat berada di atas Garis Balik Utara (lintang 23º 26' LU) setiap 21 Juni pada saat deklinasi Matahari mencapai maksimum dan berada di atas Garis Balik Selatan (lintang 23º 26' LS) setiap 22 Juni pada saat deklinasi Matahari mencapai minimum.

Lantas, bagaimana dengan hari tanpa bayangan di Indonesia?

Dikatakan Marufin bahwa Indonesia secara geografis terletak di antara lintang 6º LU hingga lintang 11º LS.

Dengan demikian, akan terjadi hari tanpa bayangan Matahari pada titik-titik tertentu di Indonesia manakala Matahari memiliki deklinasi +6º hingga deklinasi -11º dan sebaliknya.

"Hari tanpa bayangan Matahari dapat terjadi di seluruh Indonesia, meski bergantung kepada garis lintang masing-masing tempat," ujar Marufin yang juga aktif di Jogja Astro Club dan International Crescent Observationts Project (ICOP).

Untuk paruh kedua tahun 2019 ini, hari tanpa bayangan Matahari di Indonesia akan dimulai pada Sabtu 7 Desember 2019 di kota Sabang, pulau Weh (propinsi Aceh).

Di hari-hari berikutnya Matahari berangsur-angsur kian ke selatan mengikuti gerak semu tahunannya, sehingga hari tanpa bayangan matahari akan terjadi di Kota Medan (dan tempat-tempat yang segaris lintang) pada 14 September 2019.

Kemudian di lintasan garis khatulistiwa (termasuk kota Pontianak, Kota Bonjol di Sumatra Barat, pinggiran Kota Pelalawan di Riau, pinggiran Kota Bontang di Kalimantan Timur dan pinggiran Kabupaten Parigi Moutong di Sulawesi Tengah) akan terjadi pada 23 September 2019, bersamaan dengan peristiwa ekuinoks.

Lantas, akan terjadi di kota Palembang (dan tempat-tempat yang segaris lintang) pada 1 Oktober 2019.

Berikutnya di Kota Jakarta (dan tempat-tempat yang segaris lintang) pada 9 Oktober 2019, Yogyakarta (dan tempat-tempat yang segaris lintang) pada 13 Oktober 2019, Denpasar pada 16 Oktober 2019 dan terakhir di Baa, Pulau Rote (Nusa Tenggara Timur) pada 23 Oktober 2019.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved