Ranitidin Ditarik dari Peredaran karena Berpotensi Picu Kanker Ternyata Pernah Jadi Obat Terlaris

Ranitidin Ditarik dari Peredaran karena Berpotensi Picu Kanker Ternyata Pernah Jadi Obat Terlaris

Ranitidin Ditarik dari Peredaran karena Berpotensi Picu Kanker Ternyata Pernah Jadi Obat Terlaris
Freeopik
Obat Lambung Ranitidin Ditarik BPOM dari peredaran karena berpotensi picu kanker. 

2004-2017
Pzifer menerima persetujuan FDA untuk versi obat bebas dari Zantac.

Merek ini kemudian berpindah dalam berbagai transaksi ke Johnson & Johnson, Boehringer Ingelhemi Parmaceuticals and Sanofi SA, yang saat ini menjual Zantac di Amerika Serikat.

Perusahaan-perusahaan lain juga meluncurkan produk generik obat bebas sebagai kompetitor.

Juli 2018
Eropa dan Amerika menarik obat tekanan darah, Valsartan, yang dibuat oleh Zhejiang Huahai Parmaceuticals dari China.

Velsartan ditarik setelah adanya penemuan kanker yang menyebabkan pengotor N-nitrosodimethylamine (NDMA) pada sampel obat yang mengandung ranitidin.

13 September 2019
Amerika dan Eropa mengumumkan bahwa mereka tengah meninjau keamanan dari ranitidin.

18 September 2019
Unit Sandoz dari Novartis AG, yang membuat obat-obat generik, mengatakan bahwa mereka menahan distribusi Zantac versi mereka di seluruh pasaran.

Baca: Mengenal Penyakit Hipotensi, Salah Satu Penyebab Meninggalnya Komedian Rudy Djamil akibat Dehidrasi

Baca: Ria Irawan Derita Sakit Kanker Getah Bening, Kenapa Penyakit Itu Bisa Menjangkiti? Deretan Penyebab

Baca: Ingin Kenali Nutrisi Tepat Bagi Tubuh? Ini Tips dari Prodia

Baca: Buat Apa Shampoo Mahal, Cukup Makan ini untuk Cegah Rambut Rontok

Sementara itu, Kanada meminta pembuat obat yang menjual ranitidin untuk menghentikan distribusi.

28 September 2019
Jaringan toko obat CVS Health Corp mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan penjualan Zantac dan produk generik dari ranitidin itu sendiri.

Mengutip dari laman resmi Badan POM, di Indonesia, ranitidin telah memperoleh persetujuan sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu.

Halaman
1234
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved