VIDEO: TP4D Kejari Pangkep Pantau Proyek Jalan Beton di Tamarupa Mandalle

Kasi Intel Kejari Pangkep, Mustar bersama rekanan dan konsultan berjalan di atas jalan beton sambil mengukur jalanan tersebut.

TRIBUNPANGKEP.COM, MANDALLE - Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Pangkep memantau proyek jalan beton di Desa Tamarupa, Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkep, Sulsel, Senin (7/10/2019).

Pantauan TribunPangkep.com pemantauan dimulai dari pengerjaan jalan beton dan aspal tersebar di 3 ruas yakni ruas Tamarupa-Marangancang Kecamatan Mandalle.

Kasi Intel Kejari Pangkep, Mustar bersama rekanan dan konsultan berjalan di atas jalan beton sambil mengukur jalanan tersebut.

Baca: Ikut Career Experience Day 2019, Mahasiswi PNUP Makassar ini Tertarik Bisnis Properti Kalla Group

Jalan beton itu memiliki volume 555x5 meter dengan biaya Rp 1, 24 juta lebih yang merupakan sumber dana APBD tahun anggaran 2019.

Pelaksana PT Macca Mulia Dinamis, konsultan pengawas CV Dwitama Abadi Kons dengan pelaksanaan 150 hari kalender.

Kasi Intel Kejari Pangkep, Mustar mengatakan sesuai hasil pantauan sudah sesuai tujuan dari pemantauan TP4D.

Baca: Musik Keroncong Indonesia Berjaya Hingga ke Luar Negeri, Simak Asal Usulnya

"Hasil pantauan itu sudah sesuai dengan mutunya dan untuk memastikan mutu dari jalan beton ini sudah memenuhi, kita akan kerjasama dengan Politeknik Negeri Ujungpandang," ujarnya.

Terkait temuan, Mustar mengaku ada sebagian keretakan tetapi sudah dikoordinasikan.

Intinya, kata Mustar proyek jalan beton ini harus tepat mutu, tepat waktu dan tepat sasaran.

"Kita sudah diwanti-wanti di pimpinan kalau TP4D tidak berhasil kalau paket yang didampingi tidak sesuai dan fungsi kami itu pencegahan," jelasnya.

Baca: Dansatrol Lantamal VI Makassar Kunjungi Polda Sulbar, Ini yang Dibahas

Begini Tanggapan TP4D Kejari Luwu Timur Soal Proyek Pujasera Malili Diduga Dikorupsi

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur, mengaku sudah melakukan pendampingan maksimal pada proyek Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Malili.

Seperti itu disampaikan Kasi Intelejen Kejari Luwu Timur, Hasbuddin B Paseng kepada TribunLutim dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/9/2019).

Proyek yang sudah rampung ini menghabiskan APBD 2018 sebesar Rp 7.8 miliar diduga terjadi tindak pidana korupsi.

Benar Diganggu Pelakor? Laudya Cynthia Bella Terciduk Nangis Matanya Bengkak Nonton Film Perceraian

BCA Beri Beasiswa Rp 250 Juta Bagi Mahasiswa Berprestasi Unhas

Sepatu Berlogo Honda dan Ciri Khas Makassar Jadi Tontonan Milenial

Selain itu, bangunan Pujasera Malili belum juga difungsikan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved