Tribun Wiki
Menkominfo Rudiantara Ternyata Admin Grup WA Menteri Jokowi-JK, Ini Pengalaman Serunya, dan Profil
Ia merupakan profesional di bidang telekomunikasi dan pernah berkarier di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata), dan Telkom.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), ternyata Rudiantara juga memiliki tugas lain.
Ia merupakan admin untuk grup Whatsapp Kabinet Kerja Joko Widodo (Jokowi) -Jusuf Kalla (JK).
Diapun mengungkapkan keseruan menjalani kesibukannya tersebut.
Menurutnya, ia banyak mendapatkan banyak pengalaman serunya saat mengatur lalu lintas percakapan para menteri yang dia bagikan di acara DigiConference Siberkreasi Netizen Fair 2019 bertajuk 'Beat The Negativity with Positive Mind" di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).
Dilansir dari Tribunnews, ia menjelaskan tugas seorang admin di grup WA tersebut tidak mudah, karena harus berani menegakkan aturan kepada para anggotanya.
"Saya ini mimin di grupnya kabinet Jokowi-JK, mimin harus berani mengatakan 'sekali lagi kalau kirim berita negatif, saya kick'. Sama, di kabinet juga begitu, kalau mimin bisa kick," kata Rudiantara.
Meskipun anggota grup Whatsapp itu para menteri, namun sebagai seorang 'mimin', ia tidak gentar untuk bertindak tegas.
"Cuma, karena teman-temang sesama menteri ya saya nggak kick, kecuali yang sudah di-kick Presiden, saya kick di grup juga," tegas Rudiantara.
Sontak, pernyataan Rudiantara tersebut langsung mengundang tawa tamu yang hadir.
Profil Rudiantara
Dilansir dari wikipedia, Rudiantara, S.Stat., MBA. lahir di Bogor, 3 Mei 1959.
Ia adalah Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia pada Kabinet Kerja (2014–2019).
Ia merupakan profesional di bidang telekomunikasi dan pernah berkarier di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata), dan Telkom.
Ia juga pernah bekerja di PT PLN (Persero) sebagai Wakil Direktur Utama.
Pada saat ditunjuk menjadi menteri, ia menjabat sebagai anggota komisaris di Indosat.
Pendidikan
Ia memulai pendidikan tinggi di Universitas Padjadjaran jurusan Statistika dan meraih gelar sarjana pada 1984.
Ia melanjutkan ke IPPM (Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen) yang sekarang bernama PPM School of Management, dan meraih MBA pada tahun 1988.
Karier
Ia memulai karier pada tahun 1996 di Indosat sebagai General Manager Business Development.
Ia juga pernah menjadi Chief Operating Officer PT Telekomindo Primabhakti sejak 1996 dan menduduki beberapa jabatan eksekutif selama 11 tahun di Indosat dan Telkomsel hingga 2006.
Ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur PT Semen Gresik (Persero), Presiden Direktur dan CEO PT Bukit Asam Transpacific Railways dan PT Rajawali Asia Resources.
Ia pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sejak 2008 dan kemudian menjadi direkturnya, Direktur Hubungan Korporat PT XL Axiata Tbk dari Maret 2005 hingga 2008 dan sekaligus sebagai direkturnya.
Lalu sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran untuk Solusi Bisnis pada Juni 2003.
Ia juga pernah menjadi Wakil Presiden Direktur PT Semen Indonesia (Persero), Tbk dan Semen Gresik Persero, juga sebagai Direktur.
Terakhir, ia menjadi sebagai Presiden Komisaris PT Rukun Raharja sejak 11 Juni 2014.
Ia juga Komisaris Independen PT Indosat Tbk sejak 1 November 2012.
Ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen di PT Telekomunikasi Indonesia sejak 1 Januari 2011 hingga Mei 2012, dan telah menjadi Komisionaris sejak September 2008.
Ia juga menjadi Sekretaris Jenderal Asosiasi Telepon Seluler Indonesia.
Selama di PLN, ia menjadi terkenal setelah terlibat dalam pencarian pendanaan perusahaan terutama pinjaman untuk proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt.
Setelahnya, ia mengundurkan diri karena merasa telah menyelesaikan tugas profesional yang diberikan dan mendapat tawaran menarik lainnya.
Karena merasa sayang dengan bakat yang dimilikinya, pemerintah berusaha untuk memberinya posisi di Indosat.
Pada tanggal 17 September 2012, ia diangkat menjadi Komisaris.
Penunjukan sebagai menteri
Rudiantara menyisihkan nama-nama lain seperti Ahli Ekonomi Digital dan Telekomunikasi Heru Sutadi yang juga merupakan mantan Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Niken Widiastuti, Dirut RRI, Richardus Eko Indrajit, Ketua APTIKOM, Gatot S. Dewa Broto, Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Mantan Humas Kemenkomifo maupun Onno W. Purbo, Akademisi dan Praktisi TI.
Kontroversi
Kebijakan Menteri Rudiantara begitu sering menimbulkan kontroversi.
Seperti kebijakan registrasi prabayar yang menimbulkan gelombang demo dari pedagang pulsa, kebijakan yang tidak jelas dalam transportasi online juga menimbulkan demo besar-besaran, dan penutupan terhadap media sosial seperti Telegram dan situs-situs Islam juga menimbulkan tanda tanya.
Data Diri:
Nama: Rudiantara
Twitter: @rudiantara_id
Lahir: 3 Mei 1959
Tempat Lahir: Bogor, Jawa Barat
Kebangsaan: Indonesia
Pekerjaan: Profesional
Profesi:
Pemilik PT. Telkom
PT. XL Axiata
PT. Indosat
Pendidikan:
S1, Universitas Padjadjaran, Bandung, 1984
S2, IPPM, Jakarta, 1988
Karier
General Manager Business Development di Indosat, 1986
Direktur PT Telkomsel, 1995
COO PT Telekomindo Primabhakti, 1996
Komisaris Bank Pos, 1998
Wakil Direktur Utama PT. PLN, 2008
Direktur di PT XL Axiata Tbk, 2005
Komisaris di PT Telekomunikasi Indonesia Tbk
Sekeretaris Jendral dari Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) Komisaris PT. Indosat, 2012
Presiden Komisaris PT Rukun Raharja, 2014
Menteri Komunikasi dan Informatika, 2014-2019
Sumber berita: https://www.tribunnews.com/nasional/2019/10/06/pengalaman-seru-rudiantara-jadi-admin-grup-wa-para-menteri-kabinet-jokowi-jk
Foto: TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Rudiantara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rudiantara-batasi-sosial.jpg)