Konjen Jepang Surabaya Bahas Air Bersih Makassar
Konjen Jepang Surabaya, Mr Tani Masaki, mengumpulkan para alimni Jepang di Sulsel di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa 2 Oktober 2019 malam.
TRIBUN-TIMUR.COM - Konjen Jepang Surabaya, Mr Tani Masaki, mengumpulkan para alimni Jepang di Sulsel di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Selasa 2 Oktober 2019 malam.
Hadir pada acara yang didisain makan malam itu Ketua Perhimpunan Alumni Jepang (Persada) Sulsel yang juga Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdillah, Kepada Dinas PUPR juga Plt Kepala Bappeda Sulsel Rudy Jamaluddin, Rektor Unibos Prof Saleh Pallu, dan beberapa guru besar dari Unhas.
Kehadiran Tani Masaki di Sulsel, menurut Gubernur Prof HM Nurdin Abdullah untuk membahas kelanjutan program pengembangan sutera di Wajo, Soppeng, dan daerah sekitarnya.
"Konjen (Jepang) datang khusus untuk membahas secara serius tentang program pengembangan sutera di Wajo dan Soppeng," jelas Nurdin Abdullah.
Program lain yang dibahas Konjeng Jepang, jelas Nurdin Abdullah, di antaranya proyek air bersih di Makassar dan sekitarnya.
"Kebutuhan air bersih Kota Makassar harus dikembangkan mulai sekarang sebelum terlalu rumit. Ini kebutuhan dasar. Kebocoran PDAM Makassar lebih dari 50 persen, cukup besar," jelas Nurdin Abdullah yang telah mengembangkan kerjasama dengan Jepang sejak menjabat Bupati Bantaeng periode 2008 - 2018.
Tenaga ahli JICA yang bertugas di Pemprov Sulsel Mr Shintani Naoyuki mendampingi Tani Masaki pada acara itu.
Menurut Shintani, proyek air bersih di Kota Makassar dimulai Januari 2020.
"Ini kerjasama PDAM Kota Kawasaki di Jepang dengan PDAM Makassar. Kerja sama ini untuk menekan kebocoran dan peningkatan kapasitas staf PDAM Makassar," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/konjeng-jepang-surabaya-bahas-air-bersih-makassar.jpg)