Karyawan UMI Dilatih Tangani Jenazah, Mulai Dimandikan, Dikuburkan Hingga Takziah

Karyawan UMI Dilatih Tangani Jenazah, Mulai Dimandikan, Dikuburkan Hingga Takziah

Karyawan UMI Dilatih Tangani Jenazah, Mulai Dimandikan, Dikuburkan Hingga Takziah
TRIBUN TIMUR/WAHYU SUSANTO
Peserta penyelenggara jenazah tengah mengikuti proses pelatihan yang dilaksanakan UPT PKD UMI, di Aula Prof Prof Dr Masrurah Mokhtar, Rabu (3/10/2019). 

Karyawan UMI Dilatih Tangani Jenazah, Mulai Dimandikan, Dikuburkan Hingga Takziah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -  Unit Pelaksana Teknis Pendidikan Karakter dan Dakwah (UPT PKD) Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan pelatihan penyelenggaraan Jenazah.

Pelatihan ini diberikan bagi para karyawan UMI, bertempat di Aula Prof Dr Masrurah Mokhtar, Rabu (3/10/2019).

Rektor UMI yang diwakili Wakil Rektor IV UMI Drs KH M Zein Irwanto S M A menjelaskan, tujuan kegiatan ini agar karyawan bisa mengetahui cara menangani jenazah dengan baik.

Mulai dari dimandikan, dikafani, dikuburkan hingga sampai takziah.

Peserta penyelenggara jenazah tengah mengikuti proses pelatihan yang dilaksanakan UPT PKD UMI, di Aula Prof   Prof Dr Masrurah Mokhtar, Rabu (3/10/2019).
Peserta penyelenggara jenazah tengah mengikuti proses pelatihan yang dilaksanakan UPT PKD UMI, di Aula Prof Prof Dr Masrurah Mokhtar, Rabu (3/10/2019). (TRIBUN TIMUR/WAHYU SUSANTO)

"Kita juga ingin silaturrahim pada agenda ini. Silatul ilmi dan silatul amal. Kita akan sharing bersama, sehingga terjadi amal yang shahih," ucap Zein Irwanto.

Ia menjelaskan, tak ada yang tahu musibah kematian kapan bakal datang.

Sehingga melalui pelatihan ini diharapkan para karyawan bisa mengetahu tata caranya.

Sebab ia mengaku, Hadis Nabi menyebutkan jika suami meninggal, maka yang paling afdal, adalah istri yang memandikan.

Selain memandikan, mengkafani, dan menguburkan.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved