Pakar Politik Ungkap 3 Faktor Penyebab Demonstrasi Terus Berlanjut
Ketiga faktor tersebut adalah kekecewaan mahasiswa dan masyarakat pada kinerja elite politik yang buruk dan terjadi secara berulang-ulang.
TRIBUN TIMUR.COM, JAKARTA - Analis Sosial Politik Centre for Social Politic, Economic, and Law Studies (Cespels) Ubedilah Badrun mengungkap penyebab demonstrasi mahasiswa dan pelajar yang terus meluas ke berbagai daerah disebabkan oleh tiga faktor.
Ketiga faktor tersebut adalah kekecewaan mahasiswa dan masyarakat pada kinerja elite politik yang buruk dan terjadi secara berulang-ulang.
Real Madrid vs Club Brugge Malam Ini, Ajang Pembuktian Eden Hazard di Liga Champions
Messi dan Dembele Diprediksi Main di Laga Barcelona Vs Inter Milan
Peringati Dies Natalis ke-33, Unibos Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
SELAMAT! Artis Cantik Desy Ratnasari Kembali Dilantik di DPR RI, Lihat Total Hartanya Sekarang
Cerita Warga Pendatang Diselamatkan Penduduk Asli Saat Kerusuhan Wamena: Menjaga Kami Sepanjang Hari
Romantisnya Winky Wiryawan, Tulis Ungkapan Cinta untuk Istri di Instagram, Ini Katanya, dan Profil
" Kekecewaan mahasiswa dan masyarakat itu misalnya terhadap praktik korupsi yang terus menerus dilakukan elite politik. Bagaimana rakyat tidak kecewa, datanya di KPK dan ICW menyebutkan 61 persen lebih kasus korupsi dilakukan elite politik," ungkap Ubedilah, Selasa (1/10/2019).
Faktor kedua, lanjutnya, yakni cara-cara aparat penegak hukum dalam menangani berbagai problem di daerah kerap menggunakan cara non-persuasif.
Hal itu membuat emosi rakyat di daerah mengalami ekskalasi. Pengamat Politik UNJ Ubedilah Badrun menilai sumber penyakit yang diderita PAN ada di elite politiknya.
Pengajar Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini menambahkan, aparat keamanan dan pemerintah acap tidak menggunakan cara persuasif dalam menangani ragam masalah.
Misalnya dalam menghadapi gelombang unjuk rasa. "Aparat lebih menggunakan cara-cara tidak persuasif dibandingkan cara dialogis dan kultural.
Seharusnya yang diutamakan dilakukan aparat negara adalah cara-cara dialogis dan kultural dalam menghadapi rakyat, termasuk cara menghadapi demonstran, misalnya dengan memberikan ruang mahasiswa berdialog," paparnya kemudian.
Dan faktor ketiga, seperti diungkapkan Ubedilah, yakni elite politik yang nampak mementingkan kepentingan kelompok oligarki politik dibandingkan kepentingan rakyat.
Menurutnya, hal itu tercermin dari rancangan undang-undang yang bermasalah, seperti UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah disahkan dinilai melemahkan KPK di sejumlah pasal, misalnya terkait izin penyadapan dari dewan pengawas.
"Faktanya, UU KPK, RKUHP, RUU Ketenagakerjaan membenarkan itu. Watak elite politik yang mementingkan kelompoknya membuat kekecewaan semakin akumulatif," jelasnya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Tiga Faktor Ini Diduga Jadi Alasan Mengapa Demonstrasi Terus Berlanjut.
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Real Madrid vs Club Brugge Malam Ini, Ajang Pembuktian Eden Hazard di Liga Champions
Messi dan Dembele Diprediksi Main di Laga Barcelona Vs Inter Milan
Peringati Dies Natalis ke-33, Unibos Gelar Donor Darah dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
SELAMAT! Artis Cantik Desy Ratnasari Kembali Dilantik di DPR RI, Lihat Total Hartanya Sekarang
Cerita Warga Pendatang Diselamatkan Penduduk Asli Saat Kerusuhan Wamena: Menjaga Kami Sepanjang Hari
Romantisnya Winky Wiryawan, Tulis Ungkapan Cinta untuk Istri di Instagram, Ini Katanya, dan Profil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ruu-ratusan-mahasiswa-universitas-muhammadiyah-makassar-gelar-salat-ashar-berjamaah.jpg)