Legislator Gerindra Sulsel Kunjungi Korban Wamena: Gubernur Harus Peduli Perantau
Bahkan membuat nyawa sekeluarga asal Sulsel melayang. Pasangan suami istri asal Segeri, Pangkep beserta anak dan keponakannya tewas mengenaskan.
Penulis: Abdul Azis | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Kerusuhan di Wamena, Provinsi Papua, menyebabkan pendatang menjadi sasaran perusuh.
Rumah dan toko mereka juga ikut dibakar hingga yang tersisa hanya pakaian di badan.
Bahkan membuat nyawa sekeluarga asal Sulsel melayang. Pasangan suami istri asal Segeri, Pangkep beserta anak dan keponakannya tewas mengenaskan.
Inilah Jenderal yang Pertama Larang Penayangan Film Pengkhinatan G30S/PKI, Kejadian 21 Tahun Lalu
Ngerinya Tragedi G30S di Sumur Lubang Buaya, Ini Sejarah dan Lokasinya
Sore Ini, Aliansi Mahasiswa Sipil Bakal Serbu DPRD Sulsel
Mereka diduga menjadi korban kerusuhan Wamena, Papua.
Rustam (33) dan istrinya, Irma Sirajuddin (24), akanya Ilmi (2 tahun) dan keponakannya Edwin tewas terbakar saat rumah mereka dibakar oleh massa.
Peristiwa itu terjadi saat terjadi kerusuhan di Wamena, Senin (24/9/2019) lalu.
"Pemprov harus bergerak cepat mencegah terjadinya jatuh korban dari Sulsel di Papua," kata anggota DPRD Sulsel dari fraksi Gerindra, Andi Nirawati usai menjenguk keluarga korban di Sigeri, Pangkep, Senin (30/9/2019).
Dalam kesempatan tersebut, Anir sapaannya menyerahkan bantuan berupa santunan kepada keluarga korban untuk meringankan beban dan kesedihan yang mereka alami.
"Solusi jangka pendeknya, Gubernur Sulsel harus mengevakuasi warga yang terancam di Papua. Tidak ada tawar menawar, harus segera di evakuasi segera," jelas Anir via pesan Whatsapp.
Inilah Jenderal yang Pertama Larang Penayangan Film Pengkhinatan G30S/PKI, Kejadian 21 Tahun Lalu
Ngerinya Tragedi G30S di Sumur Lubang Buaya, Ini Sejarah dan Lokasinya
Sore Ini, Aliansi Mahasiswa Sipil Bakal Serbu DPRD Sulsel
Karena tempat tinggal mereka terbakar, Anir, meminta Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyedihkan lapangan pekerjaan bagi warga Sulsel.
"Khususnya dikampung-kampung. Sehingga mereka tidak merantau karena tak ada lapangan pekerjaan dikampungnya," harap Niar. (*)
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/andi-nirawati-atau-anir-menjenguk-keluarga-korban.jpg)