Fokus Pengembangan Wisata Berbasis Desa, Pemkab Maros Boyong 10 Kades ke Tiga Daerah

Fokus Pengembangan Wisata Berbasis Desa, Pemkab Maros Boyong 10 Kades ke Tiga Daerah

Fokus Pengembangan Wisata Berbasis Desa, Pemkab Maros Boyong 10 Kades ke Tiga Daerah
Humas Pemkab Maros
Studi wawasan Disbudpar Maros bersama kepala desa di tiga daerah / Humas Pemkab Maros 

Fokus Pengembangan Wisata Berbasis Desa, Pemkab Maros Boyong 10 Kades ke Tiga Daerah

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Pemerintah Kabupaten Maros melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, fokus dalam mengembangkan destinasi wisata, yang ada di daerah ini.

Seperti yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, dengan melakukan studi pengembangan wawasan, di desa wisata yang ada di Kabupaten Banyuwangi, Malang dan Yogyakarta.

Dalam studi wawasan tersebut, Disbudpar Maros turut memboyong sepuluh kepala desa, selama lima hari, 25-30 September.

Baca: VIDEO : Detik-detik Rumah Panggung di Perumahan Nusa Idaman Maros Terbakar

Baca: BREAKING NEWS : Kebakaran di Perumahan Nusa Idaman Maros, Rumah Panggung Dilalap Api

Baca: Orange Bike BPBD Maros Sabet Hadiah Sepeda pada Lomba Marumpa Community

Yaitu, Kepala Desa Ampekale, Pucak, Samaenre, Bontomanai, Cenrana Baru, Nisombalia, Salenrang, Minasaupa, Tunikamaseang, dan Bontomatinggi.

Kepala desa yang diboyong, merupakan perwakilan daerah pesisir, dataran rendah dan pegunungan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Maros, M Ferdiansyah, mengatakan kunjungan dilakukan, mengingat potensi wisata yang cukup besar di Maros.

Studi wawasan Disbudpar Maros bersama kepala desa di tiga daerah / Humas Pemkab Maros
Studi wawasan Disbudpar Maros bersama kepala desa di tiga daerah / Humas Pemkab Maros (Humas Pemkab Maros)

Potensi wisata yang ada di pesisir, dataran rendah dan pegunungan, tak kalah dengan daerah lainnya.

"Potensi wisata di Maros cukup besar. Masing-masing punya segmen tersendiri, untuk pengembangan wisata Maros ke depannya," kata Ferdiansyah via rilis, Senin (30/9/2019).

Selain kepala desa, kata dia, studi wawasan tersebut, juga melibatkan Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebagai pendamping.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved