Kisah Tragis Bocah 5 Tahun, Malang Sejak Lahir, Besar Diperkosa Lalu Dibunuh Pelaku Inses Ibu & Anak

Kisah Tragis Bocah 5 Tahun, Malang Sejak Lahir, Diperkosa Lalu dibunuh pelaku Inses Ibu & Anak

Kisah Tragis Bocah 5 Tahun, Malang Sejak Lahir, Besar Diperkosa Lalu Dibunuh Pelaku Inses Ibu & Anak
Kolase TribunJakarta.com/Polsek Nyalindung/Polres Sukabumi/Kompas.com
Kisah Tragis Bocah 5 Tahun, Malang Sejak Lahir, Besar Diperkosa Lalu Dibunuh Pelaku Inses Ibu & Anak 

Kisah Tragis Bocah 5 Tahun, Malang Sejak Lahir, Diperkosa Lalu dibunuh pelaku Inses Ibu & Anak

TRIBUN-TIMUR.COM - NP, bocah perempuan 5 tahun yang dibunuh pelaku Insesn ibu dan anak ternyata sudah bernasib malang sejak kecil.

Warga menemukan jasad NP dalam kondisi tak wajar di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Minggu (22/9/2019) siang.

Minggu pagi itu NP yang baru selesai dimandikan dibawa ke kamar tanpa dipakaikan baju, kemudian diperkosa oleh kakak angkatnya, R (14).

Baca: Ibu Nonton Video Remaja Dihajar Geng Motor, Kaget Ternyata Anaknya yang Hilang, Korban Penyekapan

Baca: Sosok Istri Yasonna Laoly yang Jarang Terekspos, Intip Potret Elisye Widya Ketaren Bersama Keluarga

Baca: Acara Pernikahan Batal, Calon Mempelai Wanita Hamil Duluan dengan 3 Pria, Bingung Siapa Ayahnya

Yuyu bertanya apa yang dilakukannya putra sulungnya itu terhadap NP, tapi RG tiba-tiba mencekiknya.

Bukannya mencegah, SR malah ikut mencekik NP hingga tewas.

Setelah itu SR malah mengajak RG berhubungan badan di dekat jenazah NP.

SR kemudian meminta R dan RG untuk membuang jenazah NP yang lebih dulu dipakaikan baju, ke Sungai Cimandiri, yang jaraknya sekilo di belakang kontrakan mereka.
Proses evakuasi penemuan jasad anak di sungai Cimandiri, Nyalindung,Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019).
Proses evakuasi penemuan jasad anak di sungai Cimandiri, Nyalindung,Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019). (Dok Polsek Nyalindung)

Ditinggal Ibu dan Ayah

Nasib NP begitu malang. Tujuh bulan terlahir ke dunia, NP ditinggal sang ayah yang menceraikan ibunya, yang notabene istri kedua, asal Lembursitu, Sukabumi.

Hadi (53) terpukul mendengar anak kandungnya dibunuh ibu dan kakak angkatnya berdasar cerita polisi yang datang ke rumahnya pada Senin (23/9/2019).

"Kalau dihukum, hukum mati saja kalau bisa. Anak saya meninggal, ya pembunuhnya juga harus mati," ungkap Hadi dilansir Kompas.com, Kamis (26/9/2019).

Sejak usia dua bulan itu NP dirawat ibu kandungnya Sri Yuliganti (38). Tapi di usia NP tiga tahun, Yuli meninggalkannya.

"Sekitar tiga tahun berpisah dengan saya," ujar Yuliganti kepada Kompas.com di rumah kontrakan di Jayamekar, Kecamatan Baros, Jumat (27/9/2019).

Halaman
1234
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved