Kementan Dorong Model Pertanian Pangan Terpadu Zero Waste di Sukoharjo

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penerapan model pertanian pangan terpadu zero waste guna mengatasi dampak musim kekeringan.

Kementan Dorong Model Pertanian Pangan Terpadu Zero Waste di Sukoharjo
Kementan
Kementan Dorong Model Pertanian Pangan Terpadu Zero Waste di Sukoharjo 

TRIBUN-TIMUR.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong penerapan model pertanian pangan terpadu zero waste guna mengatasi dampak musim kekeringan.

Model ini tengah ditetapkan oleh petani milenial di Sukoharjo, Jawa Tengah.

Menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi, model pertanian terpadu ini merupakan solusi permanen agar tetap melakukan kegiatan budidaya di musim kekeringan atau kemarau panjang.

Dengan demikian, musim kemarau tidak menghalangi petani untuk memproduksi pangan.

"Model pertanian terpadu zero waste sangat menguntungkan karena low input dan pangan yang dihasilkan adalah organik," demikian kata Suwandi saat mengunjungi usaha pertanian dengan model terpadu zero waste di Desa Jagan, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Sabtu (28/9/2019).

Kementan Dorong Model Pertanian Pangan Terpadu Zero Waste di Sukoharjo

 
Kementan Dorong Model Pertanian Pangan Terpadu Zero Waste di Sukoharjo   (Kementan)

Model pertanian terpadu zero waste di Sukorharjo ini dikembangkan oleh Heri Sunarto, salah seorang petani milenial.

Dengan menerapakan model pertankan ini, Heri menilai dampak musim kemarau saat ini tidak ada. Konsep pertanian terpadu zero waste ini dengan mengintegrasikan ternak ayam, sapi, ikan lele, sayuran, brambang, padi pandanwangi.

"Saat kemarau kami lakukan pompanisasi air sumur. Sudah berjalan tiga tahun, panen padi 4 kali pertahun, umur 90 hari panen, varietas pandanwangi organik, limbah jerami untuk sapi 4 indukan dan kotorannya dijadikan pupuk bisa untuk 2 hektar," ujar Heri kepada Suwandi.

Heri menjelaskan tanaman yang budidayakannya tetap menggunakan pupuk urea sebanyak 25 kg per hektar, namun sebagai starter saja. Kemudian dipupuk organik dan tanpa pestisida kimiawi.

"Hasilnya, lahan luas 2 hektar, produksinya gabah basah 11 ton perhektar, dijual sendiri ke Jakarta. Kotoran sapi untuk pupuk padat, kami baru memiliki 4 ekor sapi. Semua limbah diproses menjadi input pupuk ke lahan sawah, ini tanah menjadi subur," jelasnya.

Kementan Dorong Model Pertanian Pangan Terpadu Zero Waste di Sukoharjo

 
Kementan Dorong Model Pertanian Pangan Terpadu Zero Waste di Sukoharjo   (Kementan)
Halaman
12
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved