Air PDAM Tak Mengalir, Warga Kecamatan Bissappu Bantaeng Ambil Air di Musala

Air PDAM Tak Mengalir, Warga Kecamatan Bissappu Bantaeng Ambil Air di Musala

Air PDAM Tak Mengalir, Warga Kecamatan Bissappu Bantaeng Ambil Air di Musala
Dok Irsan
Warga ambil ambil Air di Musala, Kacamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. 

Air PDAM Tak Mengalir, Warga Kecamatan Bissappu Bantaeng Ambil Air di Musala

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG -Musim kemarau di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, sudah terjadi beberapa bulan terkahir.

Dampaknya air dari Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM )Bantaeng, susah mengalir kepada pelanggan. 

Hal itu membuat salah satu pelanggan di Kecamatan Bissappu Bantaeng Irsan terpaksa mengambil di Musala. 

Dia mengeluhkan karena sudah satu bulan air bersih dari PDAM tersebut tidak mengalir, dengan lancar.

"Sudah lebih mi sebulan air tidak mengalir. Tapi saat ini air sudah mengalir hanya saja  sekali seminggu pada dini hari. Sekali mengalir air ditampung dan digunakan cuman sehari  untuk kebutuhan keluarga sehari-hari. Itupun kami mandi cuman sekali dalam sehari,"katanya, Jumat (27/9/2019).

Dia mengungkapkan,  selama air tidak mengalir terpaksa mengambil air di Musala tepatnya di Desa Bonto Lebang. Sumber air dari Musala tersebut dari mata air pegunungan yang dialiri ke Musala.

Warga ambil ambil Air di Musala, Kacamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Warga ambil ambil Air di Musala, Kacamatan Bissappu, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. (Dok Irsan)

"Air di Musala ini bersumber dari mata air warga setempat itupun  kadang tidak mengalir.
Selain itu saya biasa ambil air dirumah orang tua. Dan hanya sekali dilayani bantuan air dari PDAM,"tuturnya.

Dia berharap semoga kedepannya PDAM Bantaeng, dapat  mngantisipasi kondisi seperti ini.

Menurutnya koordinasi dengan stakeholder dapat jadi langkah mitigasi kelangkaan air bersih, kerena menjaga sumber air bukam hanya tanggung jawab.

"Tapi  urusan semua pihak pemerintah Desa/Kelurahan dan  PemKab sebagai mediator/fasilitator, regulator dan di kontrol oleh legislatif melalui monitoring/evaluasi sebagai wakil rakyat yang jadi objek layanan air bersih,"tuturnya.

Laporan Wartawan Tribunbantaeng.com, Nurwahidah @ nur_wahidah_saleh

Baca: Besok Ditutup! Buruan Daftar Lowongan Kerja BUMN PT Antam Tbk,Terima Fresh Graduate Lulusan 14 Prodi

Baca: Daftar Nama Pendukung Temui Presiden Jokowi di Istana Beri Masukan,Siapa Andi Gani dan Dedi Mawardi?

Baca: Sandiaga Uno Dikira Punya Mantan Istri, Siapa Dia? Sosoknya Artis Milenial dan Hadir di Tengah Demo

Baca: Anaknya Kritis Dianiaya Saat Demo, Ibu Faisal Amir Malah Ingin Bertemu dan Maafkan Pelaku, Mengapa?

Baca: Korban Rusuh Berdatangan, Tim Medis Bulan Sabit Merah di Makassar Batal Pulang

Baca: Ayu Ting Ting Ngapain Saat Syuting? Sampai Bilqis Anaknya Ogah Jadi Artis Liat Kelakuan Eks Enji

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Baca: Setelah Mahasiswa, Warga Bentrok dengan Polisi, Petasan Hingga Pasta Gigi Laris di AP Pettarani

Baca: Ditemukan di Semak-semak, Sepasang Kekasih Saluputti Tana Toraja Akhiri Hidupnya

Baca: TERNYATA Ini Penyebab Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly Mundur dari Kabinet Kerja Jokowi

Baca: Bebby Fey Bilang Maaf Setelah Ungkap Atta Halilintar Pelaku Pelecehan, Tak Bawa ke Ranah Hukum, Kok?

Baca: Dari New York Amerika Serikat, Wapres JK: Apa Kabar Makassar!

Baca: BREAKING NEWS: Hingga Pukul 23.29 Wita, Massa Blokade Jalan AP Pettarani

Baca: Penyebab Yasonna Laoly Mundur dari Menteri Hukum dan HAM, Bukan Karena Demo RUU KUHP dan UU KPK

Penulis: Nurwahidah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved