Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sadis! Seusai Bunuh Bocah 5 Tahun, Ibu dan Anak Kandung Berhubungan Badan di Samping Jenazah Korban

Sadis! Seusai bunuh bocah 5 tahun, ibu dan anak kandung malah lakukan hubungan badan di samping jenazah korban.

Editor: Edi Sumardi
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pembunuhan dan pemerkosaan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sadis! Seusai bunuh bocah 5 tahun, ibu dan anak kandung malah lakukan hubungan badan di samping jenazah korban.

Entah apa yang ada dalam isi kepala mereka sehingga tega berbuat demikian.

NP (5), bocah asal Sukabumi, Jawa Barat, diperkosa dua kakaknya, R (14) dan RG (16), di Kampung Bojongloa, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi, Minggu (22/9/2019) siang.

Dari hasil penyidikan, pada Minggu pagi, korban NP setelah mandi dan belum mengenakan baju dibawa tersangka R ke dalam kamar dan diperkosa.

Diketahui R masih berstatus pelajar kelas 7 SMP.

Aksi R ini diketahui oleh RG.

Setelah selesai, R langsung keluar rumah.

Selanjutnya, korban kembali diperkosa RG.

Namun saat RG memerkosa korban, dipergoki ibunya, SR alias Yuyu (39) yang langsung kaget dan marah.

Dipergoki SR, RG langsung mencekik korban.

Melihat anaknya melakukan aksi keji, bukannya mencegah, SR malah ikut mencekik korban hingga tewas.

"Yang lebih dzolimnya lagi, setelah korban dicekik, ibu dan anak kandungnya ini melakukan hubungan intim di dekat korban," kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, Selasa (24/9/2019).

Setelah mengetahui korban meninggal, ketiga tersangka membawa korban ke Sungai Cimandiri, di Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dan meletakan jenazah korban di aliran sungai.

Pantauan Kompas.com, saat melihat TKP penemuan mayat, Senin (23/9/2019) petang, lokasi Sungai Cimandiri itu berada di belakang rumah pelaku.

Jarak dari rumah menuju Sungai Cimandiri sekitar 1 kilometer dengan jalan setapak.

Sepanjang jalan setapak menuju Sungai Cimandiri, di kiri dan kanan hanya dipenuhi tumbuhan atau tanaman seperti bambu.

Sepanjang jalan setapak itu pun tidak ada lagi rumah atau permukiman. 

Hingga akhirnya ke bibir sungai mendapatkan jembatan gantung bambu sebagai penghubung antara Kota Sukabumi dengan Kabupaten Sukabumi.

Sedangkan TKP yang sudah dipasangi garis polisi berada di hilir jembatan sekitar 100 hingga 200 meter.

Kondisi air sungai mengalir kecil di antara bebatuan.

Sehingga mudah untuk menyeberang dengan memanfaatkan bebatuan.

Sering Lakukan Inses

Polres Sukabumi mengungkap fakta lain dalam kasus perkosaan dan pembunuhan NP.

Hasil penyidikan, ketiga tersangka, yakni SR dan dua anaknya, RG dan R sering melakukan hubungan intim atau inses.

Hal itu telah berlangsung sekitar 2 bulan.

"Ketiga pelaku ini juga sering melakukan hubungan inses antara ibu dengan kedua anak kandungnya. Selain kepada ibunya, kedua pelaku ini juga kepada adik angkatnya," kata AKBP Nasriadi dalam konferensi pers di Mapolsek Cibadak.

Hubungan badan antara ibu dengan anak ini terungkap saat polisi menemukan celana training dalam penggeledahan di rumah pelaku.

Di celana training itu masih ada bercak sperma yang selanjutnya diketahui celana itu milik R.

Setelah diinterogasi, R sebelum memperkosa NP, sempat melakukan hubungan badan dengan ibu kandungnya pada Sabtu (21/9/2019) malam.

Pengakuan ketiga tersangka, mereka sudah sering melakukan inses.

Bahkan ketiganya pernah melakukannya bertiga secara bersama-sama.

Aksinya tersebut dilakukan saat suami atau ayah kedua pelaku sedang berada di luar rumah.

Dipicu Video Porno

Selain itu kedua remaja pria yang masih berstatus sebagai pelajar ini juga sering melakukan hubungan seks dengan adik angkatnya.

"Hubungan asmara kedua laki-laki remaja dengan ibunya dan adik angkatnya ini dipicu karena sering menonton video porno dari telepon genggamnya. Keduanya berhalunisasi lalu melampiaskannya dengan ibu kandungnya dan adik angkatnya," ujar dia.

"Sayangnya, ibunya ini juga bukannya melarang, malah meladeni. Bahkan ikut membunuh korban dengan mencekik," ujar AKBP Nasriadi.

Diberitakan sebelumnya, Polres Sukabumi mengungkap kasus penemuan jasad NP, seorang bocah berusia 5 tahun dalam kondisi tidak wajar di Sungai Cimandiri, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (22/9/2019) siang.

Anak perempuan itu tewas dibunuh oleh ibu angkat dan salah seorang kakak angkatnya.

Sebelum akhirnya dibuang ke sungai, bocah malang ini diduga diperkosa dua pria yang merupakan kakak angkatnya.(*)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved