Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

Rizal Mantovani Garap Film Rasuk 2, Ini Profilnya

Sebagai produser, Dheeraj Kalwani percaya terhadap kemampuan Rizal Mantovani.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
instagram.com
Rizal Mantovani 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Masih ingat dengan film horor yang berjudul Rasuk?

Seperti diketahui pada seri pertamanya film tersebut dibintangi Shandy Aulia.

Film tersebut akan kembali dengan lanjutan yang lebih seru.

Hal tersebut disampaikan oleh Rizal Mantovani.

Ia kembali menjadi sutradara dalam film tersebut.

Dilansir dari Tribun Seleb, Rizal Mantovani bahkan memberi secara meyakinkan memberi jaminan bahwa film Rasuk 2 lebih seru dari sebelumnya.

Sebab, ia mengembangkan cerita berdasarkan pengalaman mistis Risa Saraswati, yang benar-benar baru dan menarik.

“Jauh lebih seru. Ceritanya baru, tapi tetap mengikuti garis besar cerita Novel Rasuk," kata Rizal Mantovani, sang sutradara.

Makanya, Rizal Mantovani yakin penggemar film pertama menyukai film Rasuk 2.

"Sedangkan yang sebelumnya belum nonton tidak ada masalah karena kisahnya baru dan mudah diikuti,” lanjutnya.

Sebagai produser, Dheeraj Kalwani percaya terhadap kemampuan Rizal Mantovani.

“Rizal dikenal sebagai sutradara horor yang paham apa yang dimau penonton. Saya rasa duet Risa dan Rizal ini akan memberikan karya apik untuk penonton,” ujar produser Dee Company Dheeraj Kalwani.

Saat ini pemain Rasuk 2 belum dirilis. Yang pasti, Shandy Aulia yang sebelumnya membintangi Rasuk tidak bisa bergabung dalam produksi Rasuk 2 karena hamil.

Siapa Rizal Mantovani?

Dilansir wikipedia, Rizal Mantovani lahir di Jakarta, 12 Agustus 1967.

Ia adalah seorang sutradara Indonesia.

Rizal dikenal karena menyutradarai beberapa video klip dan film layar lebar di Indonesia.

Dari 1992 hingga 2007 dia sudah mengerjakan hampir 200 video musik dan beberapa iklan televisi, serta menyutradarai 5 buah film.

Biografi

Rizal yang berdarah Madura ini adalah putra pasangan Mohamad Saleh dan Widji Andarini. Ayahnya adalah diplomat RI.

Sebagai anak diplomat, Rizal hidup berpindah-pindah di beberapa negara tempat orang tuannya bertugas saat itu. di Indonesia sempat bersekolah di SMP N 68 Cipete, Jakarta Selatan & SMA N 34 Jakarta.

Perkenalan pertamanya dengan video musik terjadi saat duduk di kelas 2 SMA (Overseas Children's School) di Srilanka, negara tempat ayahnya bertugas tahun 1983.

Saat itu temannya, Eddy Setiawan, memiliki kamera home video keluaran terbaru Sony.

Karena sama-sama mengidolakan Duran-Duran, muncul keinginan membuat video musik.

Kebetulan salah satu video musik Duran-Duran berlokasi di Srilanka, jadi lokasinya sama.

Ada dua lagu Duran-Duran yang mereka garap; "Lonely in Your Nightmare" dan "Hungry Like The Wolf".

Aksi mereka yang cuma berjalan-jalan direkam dalam pita kaset Betamax. Setelah selesai, mereka mengeditnya secara manual; dari VHS ke VHS.

Rizal kembali ke Jakarta dan meneruskan pendidikannya di Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti, Jakarta.

Sayangnya sang ayah, sebagai tulang punggung keluarga, meninggal saat dirinya menginjak tingkat dua.

Untuk menambah biaya kuliah, dia mengerjakan poster-poster komikal di toko komik DEHA di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Pada tahun 1991, Edward Buntario, art director di Creative Concepts, sebuah perusahaan periklanan di Jakarta, tertarik dengan poster-poster buatannya. Edward mengenalkan Rizal kepada Richard Buntario yang akhirnya mengajak Rizal bergabung.

Rizal bertugas membuat story board untuk keperluan iklan di Creative Concepts.

Setahun kemudian, Rizal ikut bergabung dengan Broadcast Design Indonesia (BDI) yang didirikan oleh Richard. Selain membuat iklan, BDI juga membuat acara televisi.

Rizal pun akhirnya menjadi sebagai asisten Richard dan dilibatkan dalam penggarapan Bursa Komedi untuk RCTI.

Rizal kemudian merambah ke dunia pembuatan video musik. Karena menurutnya video musik saat itu (tahun 1990-an) membosankan dan kurang berwarna. Tawaran pertama datang untuk membuat video musik dangdut "Suka-Sukaku" yang dinyanyikan Helvy Mariyand.

Indrawati Widjaja, direktur produksi Musica Studio kemudian menawarkan pembuatan video musik rapper Iwa K berjudul "Kuingin Kembali".

Ketika ditayangkan, video musik ini dianggap sebuah terobosan baru dalam industri musik Indonesia.

Sejak itu BDI menerima banyak permintaan untuk pembuatan video musik yang dikerjakan Richard bersamanya sebagai asisten. Kerja sama itu berbuah manis.

Keduanya meraih gelar sutradara terbaik dalam ajang Video Musik Indonesia 1995 pada acara perdananya melalui video musik "Cuma Khayalan" milik Oppie Andaresta.

Duo ini semakin berkibar ketika meraih MTV Asia Viewers Choice Award dalam ajang MTV Music Awards pada 1995 berkat video musik "Sambutlah" yang dibawakan Denada.

Pada tahun 1996, Rizal keluar dari BDI dan mendirikan Avant Garde Productions bersama rekan-rekannya.

Selain tetap menggarap video musik, dia menciptakan sekaligus menyutradarai serial komedi situasi "Satu Atap" (1996) dan "Gen-X" (1997), keduanya untuk antv.

Pada tahun yang sama, Mira Lesmana menawarinya untuk menyutradarai film "Kuldesak" bersama Mira, Riri Riza dan Nan Triveni Achnas.

"Kuldesak" meluncur ke pasaran tahun 1998 dan mampu mengobati kerinduan publik terhadap film Indonesia, yang makin sepi karena aturan pembuatan yang ketat dan biaya produksi yang mahal.

Film ini juga di nominasikan untuk mendapat Silver Screen Award kategori Best Asian Feature Film pada Singapore International Film Festival tahun 1999.

Kesempatan membuat film kembali datang dari Rexinema.

Rizal mengajak Jose Poernomo untuk membantunya dalam penyutradaraan. Skenario ditulisnya bersama Jose dan scriptwriter Adi Nugroho.

Cerita dalam film yang akhirnya diberi judul "Jelangkung" ini dikembangkan dari artikel yang pernah ditulis Rizal untuk majalah "Neo".

Pembuatan film dilakukan dengan menggunakan Betacam, kamera yang biasa dipakai untuk membuat video musik.

Pertengahan Mei 2001 film selesai dibuat dan muncul keinginan untuk menayangkannya di bioskop, dengan pertimbangan film ini punya nilai sinematik yang beda dari sinetron, baik dari pendekatan visualnya maupun cara bertuturnya.

Meski awalnya tak menanggapi, Studio 21 di Pondok Indah Mall akhirnya memutar film berdurasi 102 menit ini.

Di luar dugaan, "Jelangkung" menjadi film yang diburu penonton dan menjadi film nasional pertama yang menembus pertunjukan midnight sampai 13 kali putar di Pondok Indah Mall serta film nasional pertama yang diputar di empat layar sekaligus di beberapa bioskop karena jumlah penonton yang membludak.

Jelangkung juga menjadi tiket Rizal untuk merambah Hollywood. Bersama Jose Purnomo, sepanjang Februari-Maret 2002, ia menawarkan konsep modernisasi horor tradisional ke beberapa produser Hollywood.

Usaha mereka berhasil.

Michael Bay, sutradara dan produser film Armegeddon dan Pearl Harbour, menawarkan dua proyek, yaitu menggarap ulang Jelangkung menjadi "The Uninvited" (Yang Tak Diundang) untuk konsumsi penonton negeri Paman Sam serta pembuatan film "The Well" (Sumur).

Sekian lama berpatner, tahun 2003, Rizal akhirnya memisahkan diri dari Avant Garde dan mendirikan "Dreamscape".

Hal ini dilakukannya agar memperoleh kebebasan dalam mengembangkan ide-idenya.

Kehidupan Pribadi

Siapa istri sutradara Rizal Mantovani nyaris tak terendus publik. Rizal pun jarang muncul berduaan dengan belahan jiwanya ini di muka publik.

Rizal mengakui belum banyak orang yang mengetahui statusnya sebagai seorang suami. Hal ini karena ia memang tidak mau menggembar-gemborkan kehidupan pribadinya.

Cerita cinta Rizal dan Novita bermula ketika keduanya dipertemukan oleh teman-teman mereka.

"Ceritanya mau dijodohkan," kenang Rizal tersenyum.

Dari pertemuan pertama, berlanjut ke pertemuan selanjutnya. Seiring waktu berjalan, benih cinta mereka tumbuh. Baik Rizal maupun Novita kecocokan satu sama lain.

Tiga tahun bersama, bukan berarti perjalanan cinta mereka berjalan mulus. Tidak jarang, hubungan mereka putus-nyambung hingga akhirnya sutradara "5 CM" itu memantapkan diri untuk menjadikan Novita sebagai pendamping hidup.

September 2014, Rizal dan Novita resmi berstatus sebagai suami dan istri.

Data Diri:

Nama: Rizal Mantovani

Instagram: @rizalmantovani

Lahir: 12 Agustus 1967

Tempat Lahir: Jakarta, Indonesia

Pekerjaan: Sutradara

Tahun aktif: 1995 - sekarang

Pasangan: Novita (m.2014)

Filmografi
Sutradara
Kuldesak (1999)
Jelangkung (2001)
Jatuh Cinta Lagi (2006)
Kuntilanak (2006)
Kuntilanak 2 (2007)
Kuntilanak 3 (2008)
Ada Kamu, Aku Ada (2008)
Kesurupan (2008)
Mati Suri (2009)
Air Terjun Pengantin (2009)
Taring (2010)
Cewek Gokil (2011)
Jenglot Pantai Selatan (2011)
Pupus (2011)
5 cm (2012)
Air Terjun Pengantin Phuket (2013)
Crush (2014)
Supernova: Ksatria, Puteri, dan Bintang Jatuh (2014)
Princess, Bajak Laut dan Alien (2014)
Wewe (film) (2015)
Demona (2015)
Bulan Terbelah di Langit Amerika (2015)
Firegate: Piramid Gunung Padang (2016)
Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 (2016)

Produser
Kuldesak (1999) (co-producer)
Satu Kecupan (2004) (executive producer)
Kuntilanak (2006) (executive producer)

Editor
Kuldesak (1999)
Jelangkung (2001)

Production designer
Kuldesak (1999)
Jelangkung (2001)

Penulis cerita
Kuntilanak (2006)

Penghargaan:

Festival Film Bandung untuk Sutradara Terpuji Film Bioskop 2013 · 5 cm
Penghargaan Khusus Festival Film Bandung untuk Sutradara Penuh Harapan 1999 · Kuldesak

Sumbe berita:https://www.tribunnews.com/seleb/2019/09/24/sutradarai-film-rasuk-2-rizal-mantovani-jamin-bakal-lebih-seru-dari-yang-pertama
Foto: Kompas.com/Sutradara Rizal Mantovani(Ariono Arifin)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved