Wacana Pembentukan Kabupaten PUS di Sulbar Kembali Diwacanakan, Begini Tanggapan Bupati Mamasa

PUS meliputi Tabulahan, Bambang, Mambi, Aralle, Rantebulahan, Matangga, dan Tabang.

Wacana Pembentukan Kabupaten PUS di Sulbar Kembali Diwacanakan, Begini Tanggapan Bupati Mamasa
TRIBUN TIMUR/SEMUEL MESAKARAENG
Bupati Mamasa, H Ramlan Badawi 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Pitu Ulunna Salu (PUS) atau dalam bahasa Indonesia 'Tujuh Huluh Sungai' merupakan tujuh wilayah kerajaan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat pada masa lampau.

PUS meliputi Tabulahan, Bambang, Mambi, Aralle, Rantebulahan, Matangga, dan Tabang.

Tujuh wilayah kerajaan ini, satu diantaranya masuk dalam wilayah Pemerintahan Polewali Mandar, yakni Matangnga.

Pelaku Penganiayaan di Jeneponto Diciduk Polisi, Begini Motifnya

Nenek Ditemukan Tewas Terikat, Diduga Korban Pemerkosaan

4 Tips Berburu Tiket Liburan di KTF 2019 Ala Tour Manager Dewi Wisata

Sementara yang lainnya masuk dalam wilayah administrasi pemerintahan Kabupaten Mamasa, dan sekaligus semuanya telah menjadi kecamatan.

Dari tujuh wilayah kerajaan ini, hampir semuanya berada di daerah pemilihan tiga, atau yang lebih dikenal dengan sebutan wilayah III oleh masyarakat.

Namun satu diantaranya berada di Dapil dua Mamasa, yakni Kecamatan Tabang.

Menurut sejarahnya berdasarkan informasi yang dihimpun, konon 7 wilayah kerajaan ini pada mulanya dihuni oleh masing-masing tujuh kerjaaan di hulu sungai.

Tujuh raja tersebut adalah keturunan dari manusia pertama yang menyebarkan keturunan di Mamasa, yaitu Pongka Padang.

Pongka Padang mempersunting Torije'ne yang terdampar di wilaya Kecamatan Tabulahan, hingga melahirkan 7 raja yang masing-masing menempati tujuh wilayah kerajaan itu.

Beberapa hari belakangan, beredar informasi terkait wacana pembentukan Kabupaten PUS memisahkan diri dari Kabupaten Mamasa.

Halaman
123
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved