VIDEO: Penjelasan Kejari Bulukumba Terkait Penetapan Tersangka Penjualan Tahura

Mereka resmi menjadi tahanan kejaksaan, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam penjualan tanah negara tersebut.

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Tiga tersangka kasus penjualan lahan taman hutan raya (Tahura) di Kelurahan Tana Lemo, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, kini telah mendekam di Lapas Kelas IIA Bulukumba.

Ketiganya masing-masing berinisial AM, MN dan MU.

Mereka resmi menjadi tahanan kejaksaan, setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam penjualan tanah negara tersebut.

Baca: 3 Tersangka Penjualan Tahura di Bulukumba Ditetapkan, Satu Diantaranya Mantan Camat

Saat konferensi pers, Kasi Intel Kejari Bulukumba Syafrul, membeberkan hukuman yang menjerat tiga tersangka tersebut.

Satu diantara ketiganya, yakni AM, adalah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang sebelumnya menjabat sebagai camat Bontobahari.

Sementara MN dan MU adalah warga Bontobahari yang dalam kasus ini berperan sebagai penjual.

Baca: BREAKINGNEWS: Kejari Bulukumba Tetapkan Tiga Tersangka Penjualan Tahura

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka, setelah kejaksaan mengantongi dua alat bukti dalam kasus penjualan tanah negara ini.

Seperti diantaranya bukti kepemilikan lahan dan akte jual beli, yang dikeluarkan oleh Camat Bontobahari kepada MN dan MU.

"Padahal ini kan lahan Tahura. Jadi sudah jelas ini adalah bukti kepemilikan palsu," jelas Kasi Pidsus Kejari Bulukumba Andi Thirta Massaguni.

Baca: Bulukumba Butuh Anggaran Pilkada Rp54,5 Miliar, Belum Termasuk Biaya Pengamanan

Setelah ditetapkan menjadi tersangka, ketiganya langsung dititip ke Lapas Kelas IIA Bulukumba, di Desa Taccorong, menggunakan mobil tahanan.

Halaman
1234
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved