Anggota DPRD Sulsel 2014-2019 Gagal Selesaikan Ranperda Hibah Lahan Masjid Al Markas

Berhubung Gubernur Sulsel berhalangan hadir, jawaban atas pandangan fraksi tersebut dibacakan Sekertaris Daerah (Sekda) Abdul Hayat Gani.

Anggota DPRD Sulsel 2014-2019 Gagal Selesaikan Ranperda Hibah Lahan Masjid Al Markas
hasan/tribun-timur.com
Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang hibah lahan untuk Yayasan Islamic Center Masjid Al Markaz Al Islami belum tuntas dibahas menjelang akhir masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang hibah lahan untuk Yayasan Islamic Center Masjid Al Markaz Al Islami belum tuntas dibahas menjelang akhir masa jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan.

Masa jabatan anggota DPRD Sulsel periode 2014-2019 berakhir pada 23 September 2019 mendatang. Sementara pembahasan Ranperda tersebut baru memasuki tahap paripurna dengan agenda jawaban Gubernur Sulsel atas pandangan fraksi.

Rapat paripurna ke II itu digelar di gedung lantai 9 DPRD Sulsel Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar, Jumat (20/09/2019) siang hingga sore.

Rapat Paripurna tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Sulsel Yusran Sofyan.

Berhubung Gubernur Sulsel berhalangan hadir, jawaban atas pandangan fraksi tersebut dibacakan Sekertaris Daerah (Sekda) Abdul Hayat Gani.

Hayat menyampaikan jawaban gubenur atas pandangan setiap fraksi. Ia mengatakan mengenai tanggapan fraksi yang berbentuk saran dan catatan, pihaknya berjanji, Pemprov akan memperhatikannya untuk perbaikan pada waktu yang akan datang.

Mengenai pertanyaan apakah lahan yang dihibahkan kepada Yayasan Islami Center telah dipastikan alas haknya sudah clean clear, mengingat terdapat informasi bahwa ada masyarakat yang mengklaim lahan tersebut.

Dapat dijelaskan, kata Hayat jika lahan dan tanah bangunan Masjid Al Markaz Al Islami telah memiliki bukti kepemilikan berupa sertifikat hak pakai nomor 3 tertangal 21 Mei 1992 dengan luas 30.853 meter persegi, dan sertifikat hak pakai nomor 15 tertangal 21 Mei 1992 dengan luas 41.376 meter persegi.

Mengenai masalah dengan kepemilikan lahan tersebut apakah dikemudian hari tidak bermasalah, dia menuturkan harus dicarikan solusi, termasuk landasan Yuridisnya.

Dapat dijelaskan bahwa setelah lahan dihibahkan Pemprov kepada Yayasan, tetap dalam koridor Cita-cita mulia tokoh Sulsel Jendral Jusuf pada saat itu. Masjid Al Markaz Al Islami kini menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel," sebutnya.

Halaman
1234
Penulis: Hasan Basri
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved