Selama 8 Bulan Sudah Ada 232 Janda Baru di Kota Palopo, Apa Penyebabnya Sebanyak Itu?

Ketua PA Palopo, Azimar Rusydi melalui Panitera, Shafar Arfah menyebutkan, angka perceraian tersebut didominasi oleh istri yang menggugat suaminya.

Selama 8 Bulan Sudah Ada 232 Janda Baru di Kota Palopo, Apa Penyebabnya Sebanyak Itu?
HO
Ilustrasi janda. 

TRIBUNPALOPO.COM,WARA - Ada sebanyak 232 janda baru di Kota Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pengadilan Agama (PA) Kota Palopo mencatat itu terhitung sejak Januari hingga Agustus 2019.

Dari angka tersebut, 192 cerai gugat. Selebihnya cerai talak.

Mau Tantang Indah Putri Indriani Lewat Jalur Independen ? Kumpulkan KTP Sebanyak Ini

Iuran BPJS Naik 100 Persen, Ada Aturan Baru Soal yang Mau Naik Kelas Perawatan, Bayarannya?

Nakhodai Sinjai, Andi Seto Senang Punya 2 Mentor Senior. Siapa Dia?

Puluhan Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ikut Diskusi Literasi FKPT Sulsel

HEBOH & VIRAL, Kakek 57 Tahun Nikahi ABG 16 Tahun, Kasus Lain Pemuda 25 Tahun Nikahi Janda 50 Tahun

Ketua PA Palopo, Azimar Rusydi melalui Panitera, Shafar Arfah menyebutkan, angka perceraian tersebut didominasi oleh istri yang menggugat suaminya.

"Selama delapan bulan terakhir ini sudah 232 yang resmi menjanda. Kebanyakan istri yang menggugat untuk
diceraikan,” ungkap Shafar, Kamis (19/9/2019).

Hanya saja saat ini PA Palopo tidak mempunyai data yang pasti mengenai usia seseorang yang telah melangsungkan pernikahan tersebut yang kemudian mengajukan perceraian.

Kantor Pengadilan Agama Kota Palopo di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Wara, Kota Palopo.
Kantor Pengadilan Agama Kota Palopo di Jl Jenderal Sudirman, Kecamatan Wara, Kota Palopo. (hamdan/tribunpalopo.com)

Beberapa faktor penyebab perceraian di Kota Palopo karena masalah ekonomi yang menyebabkan perselisihan dan pertengkaran keluarga.

“Saat ini masih didominasi oleh faktor ekonomi, tetapi khusus untuk bulan Agustus ini yang mendominasi adalah faktor perselisihan dan pertengkaran terus menerus yang berjumlah 10 perkara, kemudian disusul faktor meninggalkan salah satu pihak 9 perkara, faktor ekonomi 5 perkara, faktur mabuk 3 perkara, judi dan KDRT masing-masing 1 perkara,” paparnya. 

Azimar Rusydi berpesan kepada seluruh masyarakat Kota Palopo khususnya, untuk senantiasa memikirkan secara matang-matang sebelum menjatuhkan talak kepada Istri atau menggugat suami untuk melakukan perceraian.

“Karena memang perceraian itu dibolehkan, tetapi sangat dibenci oleh Allah SWT, kami juga di sini mengupayakan mediasi yang sebisa mungkin mengembalikan perkara tersebut untuk dipikirkan kembali secara matang-matang,” tutupnya.

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, @hamdansoeharto_

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Mau Tantang Indah Putri Indriani Lewat Jalur Independen ? Kumpulkan KTP Sebanyak Ini

Iuran BPJS Naik 100 Persen, Ada Aturan Baru Soal yang Mau Naik Kelas Perawatan, Bayarannya?

Nakhodai Sinjai, Andi Seto Senang Punya 2 Mentor Senior. Siapa Dia?

Puluhan Anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas Ikut Diskusi Literasi FKPT Sulsel

HEBOH & VIRAL, Kakek 57 Tahun Nikahi ABG 16 Tahun, Kasus Lain Pemuda 25 Tahun Nikahi Janda 50 Tahun

Penulis: Hamdan Soeharto
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved