Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRAVEL STORY

Berwisata ke Selayar, Mengembalikan Kekuatan dan Cinta dalam Hidupmu

Laporan Nursenab Suaib, Traveller Asal Kota Makassar. Perjalanan menyusuri jejak Mpu Prapanca di Celaya alias Selayar.

Tayang:
Penulis: CitizenReporter | Editor: Jumadi Mappanganro
Tumming Selayar
Liang Kareta, salah satu destinasi wisata di Kabupaten Selayar 

Laporan: Nursenab Suaib
Traveller Asal Kota Makassar
Melaporkan dari Kabupaten Selayar

NAMA Selayar berasal dari kata Cedaya (bahasa Sanskerta) yang berarti satu layar. Itu karena konon banyak perahu satu layar yang singgah di pulau ini.

Kata Cedaya telah diabadikan namanya dalam Kitab Negarakertagama karangan Empu Prapanca pada abad 14, ketika Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk (Dikutip dari wikipedia)

Ada jeda waktu ratusan tahun setelah Mpu Prapanca pada tahun 1364 menyebut Selayar dalam Kitab Negara Kertagama, barulah kami berkesempatan menjejakkan kaki di Pulau Selayar.

Tepatnya awal September 2019 lalu.

Sebenarnya sudah lama ada keinginan berkunjung ke Selayar dengan ibu-ibu tetangga di Makassar.

Kebetulan juga ada keluarganya tetangga menikah di Selayar.

Maka jadilah kami ke Selayar sembari menikmati sejumlah tempat wisata di daerah paling selatan jazirah Sulawesi.

Seandainya Mpu Prapanca masih hidup, mungkin saja Sang Mpu akan berseloroh meminjam istilah anak muda Makassar "Berupako".

Salah satu destinasi wisata di Selayar
Salah satu destinasi wisata di Selayar (dokumen Tumming Selayar)

Jika Mpu Prapanca berkunjung ke Selayar dengan kapal layar, kami menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Bira ke Pelabuhan Pamatata Selayar, tidak butuh berhari-hari.

Cukup dengan 2 jam kita sudah menjejak Tanah Doang, sebutan lain untuk Kepulauan Selayar.

Sekiranya Mpu Prapanca masih ada, kami juga mau bilang ke Beliau, sekarang ini dari Makassar terbang 45 menit dengan pesawat kita sudah tiba di Bandara Aroepala Selayar.

Dari berbagai sumber yang kami baca isi kitab Negara Nertagama menceritakan antara lain tentang wilayah Kerajaan Majapahit.

Tanpa maksud membuat kitab baru, kami ingin menulis tentang Selayar, 655 tahun setelah Mpu Tantular berkunjung.

Inilah beberapa lokasi wisata yang kami datangi selama beberapa berlibur di Selayar:

Liang Kareta di Selayar
Liang Kareta di Selayar (Tumming Selayar)

@Liang Kareta

Konon kabarnya diberi nama Liang Kareta karena dulu tempat ini banyak tumbuh sayur yg oleh warga setempat di sebut kareta.

Pemandangan apik dan eksotis menjadi suguhan utama jika berkunjung ke tempat ini.

Urusan kuliner tak perlu risau di Liang Kareta pengunjung bisa menikmati menu lezat yang di olah chef profesional.

Mengunjungi objek ini cukup 30 menit naik perahu katinting dari Kampung Padang, tidak terlalu jauh dari Benteng, ibu kota Kabupaten Selayar

Masuk dalam wilayah Desa Bontoborusu, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Liang Kareta satu dari sekian banyak objek wisata yang sayang terlewatkan jika berkunjung ke Selayar.

Wisata Mangrove di Selayar
Wisata Mangrove di Selayar (Tumming Selayar)

@Hutan Mangrove Matalalang.

Sebagaimana di sarikan tribunnews.com, destinasi ini menjadikan hutan mangrove (bakau) sebagai objek utama.

Jaraknya dari Kota Benteng Selayar sekitar 4 KM. Sama halnya dengan jarak ke Bandara Aroeppala.

Tempat ini berdiri ditahun 2017. Anda bisa berkunjung mulai pukul 10.00-20.00 wita.

Para pengunjung akan disuguhkan suasana rindang dan sejuk dengan dikelilingi ratusan mangrove.

Saat memasuki lokasi Anda disambut dengan prasasti bertuliskan Selamat Datang di Kawasan Hutan Mangrove Matalalang.

@Perkampungan Tua Bitombang.

Mendatangi perkampungan yang terletak di Dusun Bitombang sekitar 7 Km dari Kota Benteng mengantar hayal kita ke masa dulu.

Sebagaimana tertulis pada papan bicara warna biru di area perkampungan bahwasanya sekitar abad 17 ketika ajaran agama Islam masuk ke Selayar sekelompok warga yang tidak menginginkan perubahan melarikan diri ke arah gunung dan membangun perkampungan sendiri.

Lanskap/bentang alam Dusun Bitombang terletak agak tinggi dari permukaan laut dan umumnya berundak dan berbatu cadas.

Dari perkampungan ini mata kita bebas menyapu pemandangan ke arah laut.

Rumah berusia ratusan berdiri kokoh menjulang dengan beberapa bagian mengikuti kontur tanah.

Tiang rumah di topang kayu bitti, jika tak salah, jenis kayu ini digunakan juga untuk membuat perahu pinisi.

Perkampungan Tua Bitomabng di Selayar
Perkampungan Tua Bitomabng di Selayar (Tumming Selayar)

@Pantai Tamaumelong
Jembatan kayu memanjang merupakan daya tarik jika berwisata di Tamaumelong.

Berfoto dgn latar laut biru nan jernih so pasti hasilnya menawan..sayang jika tidak terunggah

@Pantai Norsyah
Menuju lokasi ini berjarak 12 km dari Kota Benteng. Bisa menggunakan roda dua atau roda empat.

Lokasinya terletak di Jalan Poros Bandara Baloiyya, Desa Patikarya, Kecamatan Bontosikuyu.

Pantai Norsyah berasal dari nama pengelola yang mengembangkan kawasan ini Norma -Syahrir yang juga mantan Bupati Selayar.

Di kawasan ini terdapat villa yang di persewakan. Datanglah ke Norsyah..dan
temukan keindahannya

Sunset di Pantai Norsyah, Kabupaten Selayar
Sunset di Pantai Norsyah, Kabupaten Selayar (dokumen Tumming Selayar)

@Pantai Sunari
“Dengan pasir putih yang menawan membuat kami enggan beranjak,” kata Halfiah Amin, warga Kota Makassar yang berkunjung ke Pantai Sunari.

Lambaian pohon kelapa sepanjang pantai seakan mengajak siapapun yg ke Selayar untuk melepas penat.

Jalaluddin Rumi seorang Sufi Mistik kelahiran Afganistan sekitar 700 an tahun lampau berkata dalam syairnya:

”Travel brings power and love back into your life.. Traveling akan mengembalikan kekuatan dan cinta dalam hidupmu".

Percayalah, berlibur sembari berwisata di Selayar serasa mengembalikan kekuatan dan cinta dalam hidupmu!

destinasi wisata di Selayar_2
Salah satu destinasi wisata di Selayar (dokumen Tumming Selayar)
destinasi wisata di Selayar_2
Ibu-ibu asal Makassar saat wisata di Selayar (dokumen Tumming Selayar)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved