Tribun Wiki

Berbau Seksual dan LGBT, Ini Alur, Kontroversi, dan Trailer Kucumbu Tubuh Indahku, ke Oscar 2020

Suatu hari, sang guru meminta Juno untuk meraba belahan dadanya. Akibatnya, sang guru digelandang warga pada malam hari karena dianggap telah asusila

Berbau Seksual dan LGBT, Ini Alur, Kontroversi, dan Trailer Kucumbu Tubuh Indahku, ke Oscar 2020
youtube.com
adegan bermasalah di Kucumbu Tubuh Indahku 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pernah menuai kecaman di tiga daerah karena dianggap mengkampanyekan isu LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender), Film Kucumbu Tubuh Indahku, melenggang ke Oscar.

Film garapan sutradara Garin Nugroho terpilih untuk mewakili Indonesia untuk ajang Academy Awards atau Oscar ke-92 untuk kategori International Feature Film.

Kucumbu Tubuh Indahku, terpilih dari 42 film yang diseleksi oleh Komite Oscar 2019 atau The Indonesian Academy Awards Selection Commitee (IOSC).

Film tersebut tayang di bioskop selama rentang waktu 1 Oktober 2018 hingga 30 September 2019.

Kucumbu Tubuh Indahku sebelumnya bersaing dengan Ave Maryam garapan Robby Ertanto dan 27 Steps of May, garapan Ravi Bharwani.

“Setelah dilakukan penilaian dengan seksama, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, Indonesian Academy Awards 2019 menetapkan film berjudul Kucumbu Tubuh Indahku sebagai film pilihan dan berhak mewakili Indonesia ke Academy Awards ke-92 untuk kategori International Feature Film,” kata Sheila Timothy, selaku Sekretaris Komite Seleksi Film Nasional dalam konferensi pers di XXI Lounge Plasa Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

Film yang dibintangi Muhammad Khan dan Randy Pangalila itu, dianggap sebuah karya film yang lengkap.

“Film itu bukan hanya bahasa oral dan gambar saja, namun terdapat ada bahasa batin dan rasa,” kata tambah Christine selaku Ketua Komite Seleksi Film Nasional.

Lebih lanjut, dia mencontohkan bahwa adegan percintaan dalam film ini digambarkan tidak seperti biasa sebagaimana orang bercinta yang vulgar.

“Tapi justru dengan idiom-idiom dalam budaya kita itu ada penari Lengger. Sekaligus ini perkenalkan kayanya budaya kita. Jadi ini yang kita lihat lengkap di samping pesannya yang kuat bicara tentang kemunafikan. Artinya orang yang membuat hukum itu justru melakukan lebih buruk lagi. Dan menganggap dunia ini milik sekelompok kecil saja, dan orang yang dianggap tak bermoral tidak boleh ada,” tambahnya.

Halaman
1234
Penulis: Ina Maharani
Editor: Ina Maharani
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved