Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Detik-detik Petugas Pemadam Kebakaran Hutan Lari Berhamburan Saat Ular Kobra Keluar dari Sarang

Detik-detik Petugas Pemadam Kebakaran Hutan Lari Berhamburan Saat Ular Kobra Keluar dari Sarang

Editor: Ilham Arsyam
Youtube
Ular Kobra Keluar dari Sarang 

Detik-detik Petugas Pemadam kebakaran hutan Lari Berhamburan Saat ular kobra Keluar dari Sarang

TRIBUN-TIMUR.COM - Bicara kebakaran hutan dan lahan tak bisa lepas dari pengalaman petugas memadamkan api di wilayah yang terbakar tersebut.

Belum lama ini, tim Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Daerah Operasi (Daops) Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), yang sedang melakukan pemadaman api dikejutkan dengan kehadiran ular kobra.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Cerita Tim Manggala Agni Bertemu Ular Kobra saat Pemadaman Karhutla di Riau', ular kobra itu keluar dari habitatnya yang terbakar.

Hal tersebut cukup menakutkan bagi petugas Manggala Agni di yang berada di lokasi.

Temuan ular kobra ini diceritakan Kepala Manggala Agni Daops Rengat Syailendra saat berbincang dengan Kompas.com, Rabu (11/9/2019).

"Kejadiannya sekitar sebulan yang lalu. Waktu itu, tim kita sedang memadamkan api kebakaran lahan gambut di Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan," kata Syailendra.

Dia mengatakan, pada waktu siang, tim tengah memadamkan api yang mengeluarkan asap cukup pekat.

Tiba-tiba, seekor ular kobra keluar dari semak belukar yang sedang terbakar.

Sejumlah petugas yang berada di lokasi berhamburan menyelamatkan diri.

Beruntung, ular kobra tersebut tidak menyerang petugas.

"Tim langsung lari. Kemudian ularnya masuk ke semak," ujar Syailendra.

Petugas tidak dapat memperkirakan seberapa besar ular kobra tersebut.

Namun, kemunculan ular kobra membuat petugas merinding.

"Ukuran besarnya kurang bisa mastikan, yang jelas tidak kecil. Kami juga dapat informasi dari Sekdes Kemang, itu ular king kobra. Tapi saya belum bisa pastikan apakah di Pelalawan memang ada spesies king kobra," kata Syailendra.

Selaku pimpinan, Syailendra selalu berpesan kepada seluruh anggota untuk waspada terhadap hewan buas saat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Apalagi, bagi tim yang bermalam di hutan. Saat habitat terbakar, binatang buas yang terdesak bisa saja menyerang petugas.

"Kami harus selalu waspada terhadap hewan buas, salah satunya ular. Apalagi kalau ada rencana pemadaman malam, syaratnya harus dipastikan dulu areal terbakar bukan habitat satwa liar khususnya ular beracun," ujar Syailendra.

Menurut Syailendra, lebih baik berdiri di lahan yang sudah terbakar daripada berteduh di semak-semak.

Hal itu untuk mewaspadai serangan ular.

Sebelumnya, pemadaman titik api dilakukan pada kebakaran hutan penyangga kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Desa Sungai Guntung, Kecamatan Rengat.

Hutan ini merupakan habitat harimau sumatera, beruang, dan juga buaya.

Beruntung, saat pemadaman petugas tidak menjumpai para hewan buas tersebut.

"Kalau ketemu harimau dan beruang atau buaya belum ada. Saat ini cuma ular saja. Semoga saja tidak jumpa. Tapi titik api di Desa Sungai Guntung juga sudah berhasil kita padamkan," ucap Syailendra.

Jagad media sosial dihebohkan dengan foto-foto ular raksasa yang hangus terbakar sembari mulut menganga.

Foto ular raksasa hangus terbakar yang viral di media sosial dan dikaitkan dengan kebakaran hutan di Kalimantan belum terverifikasi.

Hingga penampakan ular raksasa hangus terbakar itu dikaitkan dengan kemunculan anaconda di belantara Kalimantan.

Namun, akun Instagram Garda Satwa Foundation menyebut ular yang hangus itu merupakan keluarga dari ular Phyton atau ular piton.

Baca: Kronologi Ular Kobra Keluar Sarang hingga Piton Raksasa Hangus Terpanggang Akibat Kebakaran Hutan

Dari berbagai literatur disebutkan kalau ular ini merupakan salah satu ular terpanjang di Indonesia.

Suku Dayak Pedalaman menyebut hewan ini sebagai Tangkaluk atau Piton Raja.

Dalam akun Instagram Garda Satwa Foundation menyebutkan, ular piton raksasa atau juga disebut Anaconda Indonesia itu.

Penampakan ular raksasa hangus terbakar, disebutkan sudah jarang ditemui di hutan belantara.

Berikut ini sejumlah fakta menarik yang melansir SURYA.co.id dari unggahan akun Instagram Garda Satwa Foundation.

1. Julukan ular

Ular piton raksasa yang viral di media sosial lantaran hangus terbakar di hutan Kalimantan itu rupanya memiliki beberapa panggilan lain.

Panggilan itu berdasar pada bentuk dan juga cerita masyarakat asli sekitaran hutan.

Ular piton tersebut mendapat julukan Anaconda Indonesia, lantaran bentuknya yang menyerupai anaconda di Sungai Amazon.

Suku Dayak Pedalaman menyebut hewan ini sebagai Tangkaluk atau Piton Raja.

2. Hewan yang dimangsa

Di masa lalu, ular piton raksasa itu memangsa hewan lain atau juga dsebut karnivora.

Hewan yang jadi mangsa ular piton raksasa itu di antaranya, babi hutan, rusa, dan harimau dahan.

3. Kemampuan ular piton raksasa

Dalam mengelabuhi mangsanya, ular piton raksasa itu memiliki kemampuan unik yakni, menirukan suara mangsanya.

Suara yang dapat ditirukan ular piton raksasa itu di antaranya, rusa,orang utan, dan suara burung.

Untuk memakan mangsa, biasanya ular piton raksasa tersebut akan membiarkan kepalanya menjuntai ke bawah. Sementara badan hingga ekornya, dibiarkan melilit ke atas pohon besar.

4. Sempat dikira makhluk astral

Pemilik cerita yang bernama Johan Michael Median Pasha, mengaku sempat mengira jika ular piton raksasa yang berada di hutan belantara Kalimantan hanya sekadar legenda.

Bahkan, ia sempat mengira jika ular piton raksasa itu adalah makhluk astral.

Namun, ketika melihat foto ular piton raksasa tersebut hangus terbakar, Johan baru percaya jika hewan langka itu benar-benar ada.

5. Tentang Ular Piton Asia

Sekadar diketahui, rekor ular terpanjang saat ini memang anaconda (eunectes) dari Amazone. Anaconda merupakan keluarga boa.

Panjang anaconda yang baru ditemukan adalah 50 kaki, namun para ilmuwan percaya ada anaconda yang panjangnya 80 kaki, bahkan 100 kaki dari temuan kulit ular tersebut oleh sebuah ekspedisi ilmuwan Inggris tahun 1992.

Mengutip situs Kompas.com dengan judul "Heboh Ular Raksasa Kalimantan Sepanjang 33 Meter", yang terbesar adalah anaconda hijau (Eunectes murinus). Panjangnya mencapai 43 meter.

Sementara, Python Asia adalah ular terpanjang kedua. Ilmuwan menyebutnya Asiatic Reticulated Python (Python reticulatus).

Python terpanjang yang ditemukan di kawasan Kalimantan panjangnya 33 kaki, dan merupakan rekor dunia sanca terpanjang saat ini.

Para ilmuwan percaya panjang python bisa mencapai 50 kaki atau sekitar 15 meter.

Bedanya, anaconda lebih langsing dan ahli berenang. Sementara python lebih gemuk dan hanya suka kelembapan, bukan di air.

Anaconda menggigit mangsanya sampai mati sebelum menelan.

Sementara python menggunakan kekuatannya dengan membalut mangsa sampai tulang-belulangnya hancur atau tak bergerak lagi, kemudian ditelan bulat-bulat.

Diberitakan sebelumnya, terdapat penampakan foto ular piton raksasa yang hangus terbakar di hutan Kalimantan.

Ular yang mirip anaconda itu hangus setelah terjadi kebakaran hutan di Kalimantan beberapa hari lalu.

Ular yang tubuhnya berukuran seperti batang kayu dari pohon besar itu kemudian diikat di bagian leher dengan tali rafia oleh warga.

Selain itu, tampak jelas seluruh tubuh ular yang hangus akibat kebakaran.

Ular yang tubuhnya berukuran seperti batang kayu dari pohon besar itu kemudian diikat di bagian leher dengan tali rafia oleh warga.

Selain itu, tampak jelas seluruh tubuh ular yang hangus akibat kebakaran.

Sebelumnya ada pula video penampakan ular yang mati setelah terjadi kebakaran lahan di Kalimantan Tengah.

Dalam video yang beredar, tampak dua ekor ular berkuran besar mati setelah terjaid kebakaran lahan.

Selain dua ular besar, beberapa ular lain yang berukuran kecil juga tampak mati.

Seorang warga yang merekam kejadian itu mengatakan jika ular-ular ini kepanasan lantaran kebakaran lahan.

"Korban dari kebakaran lahan dan hutan, dua ekor ular bersama anaknya. Sebagian masih ada di dalam tanah. Masih anget-angetnya," ucap pria tersebut.

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved