Tribun Wiki

Chrisye Jadi Google Doodle, Begini Perjalan Karier Sang Musisi Legendaris, Hingga Album Terakhir

sosok bernama lengkap Chrismansyah Rahardi di tampilan depan laman Google untuk memperingati hari kelahiran legenda musik Tanah Air itu.

Chrisye Jadi Google Doodle, Begini Perjalan Karier Sang Musisi Legendaris, Hingga Album Terakhir
youtube.com
Chryse album 

Setelah mengatasi rasa depresinya, Chrisye mengikuti latihan di rumah Guruh di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mereka main sampai larut malam dan mencampurkan rock ala Barat dengan gamelan Bali.

Perekaman terjadi pada pertengahan tahun 1975, dengan hanya empat lagu terselesaikan dalam beberapa bulan pertama.

Pada tahun 1976 album Guruh Gipsy diluncurkan dan diterima baik oleh para kritikus; ada sebanyak 5.000 keping yang diproduksi.

Berhasilnya Guruh Gipsy meyakinkan Chrisye bahwa dia dapat menjadi penyanyi tunggal.

Lilin-Lilin Kecil

Beberapa hari kemudian Sys NS, yang pada saat itu bekerja di Prambors, mendekati Chrisye waktu penyanyi itu sedang berbincang dengan Guruh dan Eros Djarot.

Sys menekankan bahwa Chrisye diperlukan untuk lagu "Lilin-Lilin Kecil" karya James F. Sundah. Setelah dia mendengar lirik lagu tersebut, Chrisye setuju.

Lagu ini direkam di studio Irama Mas di Pluit, Jakarta Utara dan dimuat dalam sebuah album dengan pemenang lomba lain; awalnya, "Lilin-Lilin Kecil" dimuat di urutan kesembilan, tetapi akhirnya dipindahkan ke urutan pertama supaya lebih laris. Setelah itu, lagu ini menjadi terkenal.

Album LCLR 1977 menjadi album paling laris tahun itu.

Karier solo awal dan film (1978–1982)

Suara Chrisye yang tenor serta kerjanya di Badai Pasti Berlalu memicu Amin Widjaja dari Musica Studios untuk memintanya menjadi artis Musica.

Amin sebenarnya sudah lama mengamati Chrisye, sejak dirilisnya Guruh Gipsy. Chrisye setuju, asalkan dia diberikan kebebasan artistik; Amin terpaksa menyetujui syarat tersebut.

Chrisye langsung mengerjakan album perdananya dengan Musica pada bulan Mei 1978, yaitu Sabda Alam (Nature's Order).

Dia memilih beberapa lagu karya artis lain dan menulis beberapa lain sendiri, termasuk lagu "Sabda Alam".

Dia merekam album itu setelah menguncikan diri dalam studio dengan sound engineer dan penata musik; biarpun Amin hendak melihat kemajuan mereka, Chrisye tidak mengizinkannya masuk.

Album yang dihasilkan, yang diilhami oleh Badai Pasti Berlalu dan menggunakan teknik double-recording yang dipelopori The Beatles, dirilis pada bulan Agustus.

Setelah beberapa lama promosi dengan TVRI dan stasiun radio, album ini laris; akhirnya lebih dari 400,000 keping terjual.

Setelah memutuskan bahwa lagu pop yang romantis, dengan pengaruh easy listening, yang paling cocok untuk dirinya, Chrisye mulai merintis album berikutnya, Puspa Indah.

Semua lagu kecuali satu ditulis oleh Guruh Sukarnoputra; album ini juga memuat lagu berbahasa Inggris "To My Friends on Legian Beach".

Dua lagu dari album ini, "Galih dan Ratna" dan "Gita Cinta", digunakan dalam film tahun 1979 Gita Cinta dari SMA; dalam film tersebut, Chrisye mendapatkan kameo sebagai penyanyi.

Dengan popularitas film tersebut, album Puspa Indah pun menjadi laris; lagu "Galih dan Ratna" dan "Gita Cinta", yang dijadikan singel, juga diterima dengan hangat.

Pada tahun 1981 Chrisye mendapatkan peran dalam film Indonesia Seindah Rembulan.

Biarun awalnya enggan, dia dibujuk Sys NS sehingga akhirnya setuju.

Namun, di kemudian hari dia menyesalkan keputusan ini karena beranggapan bahwa produksinya kurang profesional dan sering bertantangan dengan sutradara Syamsul Fuad.

Pada tahun yang sama dia menghasilkan Pantulan Cinta, sebuah kolaborasi dengan Jockie.

Setelah album ini gagal di pasaran, Chrisye memutuskan untuk mengambil cuti panjang.

Kehidupan Pribadi

Biarpun disuka para groupie, Chrisye sampai awal tahun 1980-an jarang berpacaran.

Akan tetapi pada awal tahun 1981, dia mulai mendekati sekretaris Guruh Soekarnoputra, yaitu Gusti Firoza Damayanti Noor (Yanti).

Yanti, yang mempunyai keturunan Dayak dan Minang, juga seorang penyanyi dan berasal dari keluarga musisi; dia sering membahas musik dengan Chrisye saat Chrisye menunggu Guruh, dan mereka juga bertemu saat Chrisye mengunjungi kakaknya, Raidy, yang merupakan salah satu temannya.

Saat Yanti pindah ke Bali untuk bekerja di hotel bintang lima selama beberapa minggu, Chrisye mengikutinya dan menyatakan bahwa dia siap menikahinya ketika Yanti kembali ke Jakarta.

Biarpun itu bukan lamaran resmi, Yanti menerima.

Pada tahun 1982 Chrisye masuk Islam, sebab Islam tidak mengizinkan pernikahan antara wanita Muslim dengan pria non-Muslim.

Pada tanggal 12 Desember 1982 Chrisye dan Yanti menikah di suatu acara bergaya adat Padang.

Album Terakhir

Chrisye lalu mulai mengerjakan studio album terakhirnya, Senyawa.

Bekerja sama dengan berbagai artis Indonesia lain, termasuk Project Pop, Ungu, dan Peterpan, dia juga menjadi produser album ini, menggantikan Gutawa.

Lagu "Bur-Kat", bersama Project Pop, merupakan usaha pertamanya untuk bernyanyi rap.

Album ini, yang diluncurkan pada bulan November 2004, disambut dengan baik oleh pasar.

Namun, Sony Music Entertainment Indonesia menolak bahwa ada nama artis mereka di sampul.

Oleh karena itu, Senyawa ditarik kembali, lalu dirilis ulang tanpa nama-nama itu.

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved