Sekretaris Golkar Majene Sebut BJ Habibie Tokoh Peletak Pondasi Demokrasi

Sekretaris Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif mengatakan, BJ Habibie bukan sekedar tokoh nasional. Tapi kini menjadi tokoh Internasional.

Sekretaris Golkar Majene Sebut BJ Habibie Tokoh Peletak Pondasi Demokrasi
Edyatma Jawui/Tribun Timur
Sekretaris Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif (Kiri) dan Almarhum BJ Habibie (Kanan). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Presiden ke-III Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie tutup usia. Ia menghembuskan nafas terakhir di RSPAD Gatot Subroto Jakarta, Rabu (11/9/2019) pukul 18.05 WIB.

Kabar ini menjadi duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sosok putra terbaik bangsa itu telah tiada.

Viral Ceramah Ustadz Adi Hidayat Tentang BJ Habibie dan Cara Ayah Almarhum Mendidik Sang Anak

VIDEO; Drama I La Galigo Mbuli I Lipu Ontonna Luwu Dipertunjukkan di Wotu Luwu Timur

Seorang Kadernya Pilih Mundur, NasDem Hanya Usulkan 4 Orang Ini Sebagai Calon Pimpinan DPRD Maros

Hotman Paris Ungkap Video Masa Lalu Farhat Abbas Bareng Najwa Shihab, Apa Maksudnya?

Belasan Mahasiswa Demo Upah Karyawan Perusda Gowa

Sekretaris Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif mengatakan, BJ Habibie bukan sekadar tokoh nasional. Tapi kini menjadi tokoh Internasional.

Menurutnya, BJ Habibie merupakan bapak demokrasi untuk Bangsa Indonesia. Sebab di masa pemerintahannya, Indonesia memulai pemilihan yang sangat demokratis.

Tak hanya itu, BJ Habibie dinilai termasuk tokoh yang menamakan pondasi kuat untuk menghadapi intoleransi. Isu yang menguat akhir-akhir ini di Indonesia.

"Sesungguhnya BJ Habibie telah menanamkan itu sejak dulu," ujar Irfan Syarif, Kamis (12/9/2019).

Selain itu, pria kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1963 tersebut juga telah menanamkan ilmu pengetahuan teknologi (Iptek) serta iman dan taqwa (Imtaq) pada Bangsa Indonesia.

Sekretaris Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif (Kiri) dan Almarhum BJ Habibie (Kanan).
Sekretaris Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif (Kiri) dan Almarhum BJ Habibie (Kanan). (Edyatma Jawui/Tribun Timur)

"Bangsa Indonesia berduka haru atas kepergian beliau. Kita berharap kedepan akan ada Habibie Habibie yang baru yang muncul di Indonesia, melebihi pemikiran yang muncul di otak hebat seorang Habibie," harapnya.

BJ Habibie meninggal dunia di usia 83 tahun. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu wafat setelah dirawat intensif sejak 1 September lalu.

Sosok penuh senyum itu akhirnya berpulang. Selamat jalan putra bangsa, BJ Habibie. (Tribun Majene.com)

Halaman
123
Penulis: edyatma jawi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved