Waspadai Penipuan Berkedok Investasi, Ini Tips Cek Investasi Ilegal

"Ini menunjukkan dalam masyarakat marak penawaran investasi yang berpotensi merugikan dan perlu diwaspadai," ujar Ahmad Murad, mewakili tim.

Waspadai Penipuan Berkedok Investasi, Ini Tips Cek Investasi Ilegal
Humas Pemkab Sidrap
Pelaksanaan sosialisasi Cerdas Berinvestasi di Aula Kompleks SKPD Sidrap, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUN-SIDRAP.COM, SIDRAP - Waspadalah jika Anda ditawari investasi dengan iming-iming keuntungan berlipat dalam waktu singkat.

Boleh jadi itu penipuan berkedok investasi, alias investasi bodong.

Terungkap, Begini Modus Kadis Koperasi Jeneponto Cium Stafnya

Ditemukan Ratusan Video Zina di HP Rayya Pemeran Vina Garut dan Alasan V Mau Lakukan Adegan Haram

Ngaku Polwan dan Bawa Kabur Anak Warga, Wanita Ini Diringkus Polisi

Maju di Pilwali Makassar, Tim Energi Baru Fadli Ananda Ambil Formulir di PDIP

PSM vs PSIS, Brigpol Yasir Arafath Jagokan Amido Balde Cetak Gol

Pesan tersebut disampaikan Tim Kerja Satgas Waspada Investasi Daerah (TK SWID) Sulsel saat melaksanakan sosialisasi Cerdas Berinvestasi di Aula Kompleks SKPD Sidrap, Rabu (11/9/2019) siang.

Sosialisasi dihadiri unsur forkopimda, OPD, para camat, kepala desa dan lurah lingkup Pemkab Sidrap.

Data TK SWID menunjukkan, dalam rentang 2007-2017, perkiraan kerugian masyarakat akibat investasi bodong mencapai Rp 105,81 triliun.

"Ini menunjukkan dalam masyarakat marak penawaran investasi yang berpotensi merugikan dan perlu diwaspadai," ujar Ahmad Murad, mewakili tim.

Deputi Direktur Edukasi dan Perlindungan Konsumen dan Kemitraan Pemerintah Daerah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulampua itu mengungkap, pelaku memanfaatkan literasi keuangan masyarakat yang masih rendah dan iming-iming keuntungan besar.

Pelaksanaan sosialisasi Cerdas Berinvestasi di Aula Kompleks SKPD Sidrap, Rabu (11/9/2019).
Pelaksanaan sosialisasi Cerdas Berinvestasi di Aula Kompleks SKPD Sidrap, Rabu (11/9/2019). (Humas Pemkab Sidrap)

Sementara Wakil Bupati Sidrap, H Mahmud Yusuf yang hadir membuka kegiatan mengatakan, di era digital banyak sekali tawaran arisan dan investasi online yang ditawarkan melalui jejaring media sosial.

"Bila tidak disikapi dengan baik bisa saja merugikan, sehingga keuntungan yang diimpikan justru berujung buntung," ujar Mahmud.

Untuk itu, Mahmud mengingatkan penting bagi siapapun untuk mengetahui bentuk-bentuk penipuan berkedok investasi.

Halaman
123
Penulis: Darullah
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved