Jumras Dilaporkan, Ketua Pansus DPRD Sulsel Bilang Begini

Pengakuan terkait dugaan suap terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Jumras Dilaporkan, Ketua Pansus DPRD Sulsel Bilang Begini
abdiwan/tribuntimur.com
Sekertaris daerah (sekda) provinsi Sulsel Abdul Hayat memberikan keterangan dalam sidang hak angket DPRD Sulsel, di Tower DPRD Sulsel Lantai 8, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Selasa (9/7/2019). Selain Abdul Hayat, turut diperiksa pada hari yang sama mantan Kepala Inspektorat Sulsel, Luthfi Natsir serta mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel, Jumras. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan, Kadir Halid membenarkan pengakuan Jumras.

Pengakuan terkait dugaan suap terhadap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Jumras menyebut jika Nurdin Abdullah telah menerima suap senilai Rp 10 miliar dari salah seorang pengusaha untuk membiayai kampanye pada Pemilihan Gubernur 2018 tahun lalu.

"Ada bukti rekaman. Isi rekamanya seperti itu (Gubernur terima 10 miliar dari seorang pengusaha untuk biaya kampanye," kata Kadir Halid kepada Tribun.

Bukti rekaman video pernyataan Jumras diambil pada saat dihadirkan menjadi saksi dalam sidang pansus hak angket DPRD Sulsel bergulir beberapa bulan lalu.

Menanggapi soal kabar pernyataan Jumras yang dilaporkan Kuasa Hukum Gubernur ke Polisi, Kadir mengatakan itu haknya.

"Tapi bagus supaya terungkap semua," kata Ketua Fraksi Golkar tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sulsel, M Nurdin Abdullah rupanya diam-diam telah melaporkan mantan pejabatnya ke Polisi.

Dia adalah Jumras, mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel dilaporkan karena kasus ujaran kebencian terhadap kepala daerah.

Jumras dilapor lantaran dinilai melakukan pencemaran nama baik Gubernur Sulsel, saat memberikan keterangan di sidang hak angket DPRD Sulsel.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved