273 Tahun PT Pos Indonesia, Abdul Rahim Pak Pos Keliling yang Masih Bisa Tersenyum

Abdul Rahim hanyalah satu cerita ‘transformasi’ Pak Pos Indonesia di era disrupsi digital. Bisnis surat pos di periode 2000-2018 mengalami penurunan

Abdul Rahim hanyalah satu cerita ‘transformasi’ Pak Pos Indonesia di era disrupsi digital.

Bisnis surat pos di periode 2000-2018 mengalami penurunan drastis. Pak Pos juga diambang senjakala.

Sejak jabatan CEO didapuk oleh Gilarsi Wahyu Setijono, 2015), ada banyak upaya menutupi rugi dan adaptasi.

Selain bertahan dengan anak perushaan PT Pos Logistik; jasa penyedia jaringan internet melalui PT Bhakti Wasantara Net, PT Pos Indonesia juga sudah merambah bisnis properti melalui PT Pos Properti.

Baca: PT Pos Bangkrut hingga Kesulitan Bayar Gaji Karyawan? Sekretaris Perusahaan Jelaskan Sesungguhnya

Baca: Lowongan Kerja Terbaru - PT Pos Indonesia Terima Karyawan Lulusan SMA SMK Sederajat, Cek Info Resmi!

Direktur Utama PT Pos Properti Indonesia Handriana Tjatur Setijowati, seperti dilansir WartaKota, mengakui sejak ditinggal masyarakat digital awal dekade 2000-an, perusahaan yang berdiri sejak tahun 1.746 ini termasuk memiliki jaringan 4.800  kantor secara keseluruhan dan 58.700 titik layanan  di seantero negeri.

“PT Pos Indonesia sudah berdiri sejak 272 tahun lalu, punya 4.700 properti. Sejak dulu terutama zaman Orde Baru tambah cabang terus. Pasti di 0 kilometer setiap propinsi ada kantor Pos dan lokasinya strategis.

Semua kecamatan pasti terlayani,” ujar Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahju Setijono, Senin (22/7/2019) lalu

Nilai aset properti milik PT Pos Indonesia banyak di pusat kota.

“Jika ada alun-alun pasti ada kantor pos. Tidak hanya kantor, tapi juga rumah dinas bisa dimanfaatkan.  Sehingga mempermudah kami untuk  komersialisasi,” ujar Direktur Utama PT Pos Properti Indonesia Handriana Tjatur Setijowati, soal peluang sumber untung baru dari bisnis co working space.

Selain itu, sejak 2013 juga melayani jasa pengelolaan dan penyewaan perkantoran serta ruang MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

Sekretaris PT Pos Indonesia  Benny Oetoyo menyebut, perputaran uang di PT Pos sendiri rata-rata mencapai Rp 20-an triliun per bulan, yang diperoleh dari layanan jasa keuangan.

Pendapatan yang bersumber dari APBN (PSO, fee distribusi meterai, fee penerimaan setoran pajak, jasa kurir surat dinas) mencapai rata-rata sekitar Rp 800-an milyar per tahun," papar Benny.

Dan, Abdul Rahim, Pak Pos Keliling asal Makassar itu, tengah berada di lintasan sejarah, bertahannya BUMN tertua negeri ini. (thamzil thahir)

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Thamzil Thahir
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved