Resmikan UGD PKM Pamboang, Bupati Majene Keluhkan Minimnya Dokter
Fahmi Massiara bersyukur pembangunan UGD telah rampung. Kata Fahmi, pembangunan sarana di Puskesmas itu terdapat beberapa indikator yang harus terpenu
Penulis: edyatma jawi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE -- Bupati Majene Fahmi Massiara, meresmikan gedung Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Pamboang di Kelurahan Lalampanua, Kecamatan Pamboang, Majene, Sulbar.
Peresmian UGD Puskesmas Pamboang berlangsung, Selasa siang (10/9/2019).
Fahmi Massiara bersyukur pembangunan UGD telah rampung. Kata Fahmi, pembangunan sarana di Puskesmas itu terdapat beberapa indikator yang harus terpenuhi.
"Salah satu diantarnya adalah indikator di bidang manajemen. Semua harus terintegrasi dengan baik, karena semua itu menjadi tolak ukur dari pembangunan sarana dan prasarana di bidang Kesehatan," jelas Fahmi.
SEDANG BERLANGSUNG LINK LIVE STREAMING TVRI, TV Online Timnas Indonesia vs Thailand, Nonton Sekarang
Pilkada Gowa, PDIP Tunggu Pendaftaran Adnan Purichta Ichsan
5 Artis Muda Ini Ternyata Anak Pejabat, ada Verrell Bramasta dan Aurel Hermansyah
Selain itu, dibutuhkan pula penerapan standar pelayanan. Itu menjadi pedoman bagi petugas dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Setelah peresmian itu, Fahmi berharap tenaga kesehatan di Puskesmas Pamboang semakin bekerja maksimal.
Khususnya untuk tenaga kesehatan yang ditempatkan di daerah terpencil. Fahmi mengimbau agar pindah dari lokasi tugasnya.
"Biasanya kalau ditempatkan di daerah terpencil, selalu saya ingin pindah masuk ke dalam kota kembali," ujar Fahmi.
Bos Yamaha, Lin Jarvis Optimis Valentino Rossi Beri Kejutan di Sirkuit Misano: Perpanjang Kontrak?
Lagi, Viral Wanita Muda Tanpa Busana Naik Motor Keliling Kota, Sebelumnya di Kampus dan Mal
Menurutnya, petugas kesehatan dan ASN secara umum telah bersedia ditempatkan dimana pun. Maka seharusnya tak mencari-cari alasan untuk pindah tugas.
Ia menambahkan, saat ini Majene sangat membutuhkan dokter umum dan spesialis..
Sayang, peminatnya sangat sedikit. Seperti pada penerimaan CPNS beberapa waktu lalu. Dibuka 11 lowongan dokter spesialis namun tak satupun yang mendaftar.
"Lowongan pada dokter umum dan dokter gigi kami juga buka, namun yang mendaftar hanya empat orang," katanya.
Kondisi itulah yang menjadi kendala pelayanan kesehatan di Majene. Padahal pemerintah dituntut untuk menyeimbangkan pelayanan kesehatan dan sarananya. (Tribun Majene.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, @edyatmajawi
Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/bupati-majene-fahmi-massiara-melepaskan-balon-ke-udara.jpg)