19.253 Baby Lobster asal Sulsel, Gagal Terbang ke Negara Singapura

Kasus ini pun dirilis Polda Sulsel bersama pihak BKIPM Makassar bersama Bea Cukai Makassar di Mapolda Sulsel, Selasa (10/9)

19.253 Baby Lobster asal Sulsel, Gagal Terbang ke Negara Singapura
darul/tribun-timur.com
Kasus penyelundupan 19.253 Baby Lobster atau benih lobster, dirilis di Polda Sulsel diikuti pimpinan Polda, Bea Cukai, dan BKIPM Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tiga warga Kabupaten Gowa ditangkap karena mencoba menyelundupkan benih Lobster (Baby Lobster), Minggu (8/9/2019) sore.

Kasus ini pun dirilis Polda Sulsel bersama pihak BKIPM Makassar bersama Bea Cukai Makassar di Mapolda Sulsel, Selasa (10/9) Jl Perintis Kemerdekaan Makassar, siang.

Rilis kasus diikuti Kapolda Irjen Hamidin, Direskrimsus Polda Kombes Yudhiawan, kepala BKIPM Sitti Khadidjah, dan kepala Bea Cukai Makassar, Padmoyo T. Wikanto.

VIDEO: Begini Suasana Kunjungan Manajemen Tribun Timur di RS Siloam Makassar

Adnan Pastikan Beri Sanksi Tegas ke Pengusaha Tidak Taat Pajak di Gowa

Guru Cium Siswi di Wajo, Kepala Cabang Disdik Sulsel Wilayah IV Tunggu Hasil Penyelidikan

Kata Kapolda Hamudin, setidaknya 19.253 ekor Baby Lobster yang diselundupkan ke Singapura, digagalkan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, di Mandai, Maros.

"Ini adalah hasil kerjasama kami (Polda) bersama instansi terkait (BKIPM dan Bea Cukai), jumlah barang buktinya 19.253 ekor baby lobster," ungkap Irjen Pol Hamidin.

Kata kepala BKIPM Sitti Khadidjah, 19.253 Baby Lobster tersebut berasal dari wilayah perairan Sulawesi Selatan (Sulsel) dan juga perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) Bima.

VIDEO: Begini Suasana Kunjungan Manajemen Tribun Timur di RS Siloam Makassar

Adnan Pastikan Beri Sanksi Tegas ke Pengusaha Tidak Taat Pajak di Gowa

Guru Cium Siswi di Wajo, Kepala Cabang Disdik Sulsel Wilayah IV Tunggu Hasil Penyelidikan

"Jadi ini dari wilayah perairan kami (Sulsel), dan nusa tenggara barat di Bima. Nantinya anak atau benih lobster ini dikirim ke lokasi tujuannya di Singapura," jelas Khadidjah.

Dalam pengungkapan ini menurut Kombes Yudhiawan, ada tiga orang diamankan dan ditetapkan sebagai teresangka. Seperti ST kurir, RM pemilik, dan SJ pengepak barang.

"Ketiga pelaku ini terancam dengan penjara enam tahun, dan denda maksimal 1 miliar rupiah. Sementara ini kami melakukan lagi pengembangannya," ujar Yudhiawan. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved