Protes Wacana Evaluasi Honorer, PERKARA Enrekang Galang Aksi Seribu Koin untuk Honorer

Protes Wacana Evaluasi Honorer, PERKARA Enrekang Galang Aksi Seribu Koin untuk Honorer

Protes Wacana Evaluasi Honorer, PERKARA Enrekang Galang Aksi Seribu Koin untuk Honorer
Misbahuddin
Sebagai aksi protes rencana wakil bupati bakal merumahkan Honorer, PERKARA Enrekang melakukan aksi kemanusiaan ini dengan tema 'Galang Seribu Koin Untuk Honorer Kabupaten Enrekang di sejumlah titik di Kota Makassar. 

Protes Wacana Evaluasi Honorer, PERKARA Enrekang Galang Aksi Seribu Koin untuk Honorer

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG - Rencana Wakil Bupati Enrekang, Asman yang bakal melakukan evaluasi atau pengurangan terhadap sejumlah tenaga Honorer karena disebut membebani anggaran, terus menuai protes.

Kali ini protes datang dari Perjuangan Koalisi Rakyat (Perkara) Enrekang karena dianggap tak adil.

Bahkan, sebagai aksi protes rencana wakil bupati bakal merumahkan mereka, melakukan aksi kemanusiaan ini dengan tema 'Galang Seribu Koin Untuk Honorer Kabupaten Enrekang di sejumlah titik di Kota Makassar.

Baca: Tim Gabungan Rekrim Polres Enrekang Tangkap Pelaku Cabul Anak Dibawah Umur

Baca: Komunitas e-Sport Doms Enrekang Bakal Gelar Turnamen PUBGM 2019, Berikut Jadwalnya

Baca: Bupati Enrekang Belajar Pengelolaan Taman Kota di Surabaya

Mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan anggaran APBD Enrekang defisit jangan korbankan honorer, jangan kambing hitamkan honorer.

"Wakil bupati harus menaikkan upah mereka, dan meminta maaf atas stetment honorer membebani APBD," kata Ketua Perkara Enrekang, Misbahuddin, Senin (9/9/2019).

Mereka menilai stetmen honorer membebani APBD itu sangat tidak pantas keluar dari pemerintah.

Sebab, hal itu adalah pelecehan dan fitnah terhadap masyarakat yang menjadi tenaga honorer yang notabene adalah putra-putri Enrekang.

Yang tentu punya keinginan besar Untuk mengabdi terhadap daerah dan mencari sesuap nasi demi keberlangsungan hidup mereka itu sendiri.

"Jadi terkesan defisit APBD itu karena keberadaan honorer, kasihan mereka harus menjadi korban sekaligus dikambing hitamkan atas terjadinya defisit," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Muh. Asiz Albar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved