Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mau Sukses Seperti Chairul Tanjung? Ini Tipsnya

Hal itu diungkapkan CT, saat memberi kuliah umum di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Senin (9/9/2019).

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ansar
abdiwan/tribun-timur.com
Owner CT Corp, Chairul Tanjung (CT) memberi kuliah umum kepada sivitas Universitas Muslim Indonesia (UMI), di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (9/8/2019) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Owner CT Corps, Chaerul Tanjung (CT)menyebut, untuk menjadi pengusaha harus memiliki modal, namun modal tersebut tak selamanya adalah uang.

Hal itu diungkapkan CT, saat memberi kuliah umum di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Senin (9/9/2019).

Menurut CT, setiap orang yang berkeinginan menjadi pengusaha, harus mampu mencari dan melihat peluang usaha yang ada di depannya.

Gunung Verbeek Luwu Timur Terbakar, Api Terlihat Jelas dari Pemukiman Warga

Sejak 2016, Kakek di Dusun Amassangan Luwu Utara Cabuli Cucunya

Oraski Sulsel Harap Pemerintah Segera Terbitkan Peraturan Driver Taksi Online

"Tapi kalau tak ada peluang, kita ciptakan peluangnya. That is enterpreneur. Seorang pengusaha harus punya modal tapi tak harus uang, " kata Chairul.

Ada tiga modal menurut mantan Menko Perekonomian di era Presiden SBY ini, yakni finansial, jejaring sosial, dan SDM.

"Tiga modal utama, finansial, jejaring sosial dan SDM. Jadi kalau tak punya uang, kita bis manfaatkan jejaring sosial kita seprti saudara, teman, konsumen, suplier, organisasi formal dan non formal, dan media sosial," kata dia.

"Sementara SDM, kota bisa manfaatkan kepribadian, pendidikan, intelegensia, dan pengalaman,' katanya.

"Modal uang bukan satu-satunya, ada tiga, namun jika ada tiga ini, akan lebih sempurna," tambahnya.

Gunung Verbeek Luwu Timur Terbakar, Api Terlihat Jelas dari Pemukiman Warga

Sejak 2016, Kakek di Dusun Amassangan Luwu Utara Cabuli Cucunya

Oraski Sulsel Harap Pemerintah Segera Terbitkan Peraturan Driver Taksi Online

Lanjut CT, semua pengusaha sukses di Indonesia, bahkan dunia, pasti sering gagal.

"CT Sering gagal. Kegagalan itu proses pembelajaran penting, jadikan kegagalan itu sebuah proses. Cara mengelola kegagalan, kalau gagal bangun lagi terus sampai gagal itu bosan datang," kata dia.

"Walt Disney, pendiri perusahaan besar dunia, 302 kali ditolak. Gagal menciptakan animasi, kehilangan hak cipta," tapi lihat sekarang bagaimana kesuksesan mereka," sambungnya.

Menurut CT, kegagalan adalah hal biasa, dan jangan berpikir gagal berulang kali berarti takdir kita bukan pengusaha.

"Tapi kegagalan adalah proses, asalkan anda mau belajar dari kegagalan itu," pesannya. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved