Betapa Bangga Bapak Tukang Becak dan Buruh Tani Ini, Saksikan Anaknya Jadi Doktor di ITS Surabaya

Saningrat (43) dan istrinya Rusmiati (40) menyaksikan anak sulungnya, Lailatul Qomariyah (27), menyelesaikan gelar kuliah hingga doktor.

Betapa Bangga Bapak Tukang Becak dan Buruh Tani Ini, Saksikan Anaknya Jadi Doktor di ITS Surabaya
kompas.com/taufiqurrahman
Saningrat, tukang becak asal Desa Teja Timur, Kecamatan Pamekasan yang berhasil mengantarkan pendidikan anaknya sampai lulus doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. 

Betapa Bangga Bapak Tukang Becak dan Buruh Tani Ini, Saksikan Anaknya Jadi Doktor di ITS Surabaya

TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah kisah inspirasi datang dari seorang bapak yang kesehariannya adalah tukang becak dan juga buruh tani asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur. 

Seorang bapak bernama Saningrat (43) dan istrinya Rusmiati (40) menyaksikan anak sulungnya, Lailatul Qomariyah (27), menyelesaikan gelar kuliah hingga doktor.

Dan tidak main-main pula, anak tukang ecak dan buruh tani itu lulus doktor di salah satu perguruan tinggi negeri (PTN) ternama, di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

Baca: Iuran BPJS Kesehatan Naik 100 Persen Mulai 1 Januari 2020, Sri Mulyani Disalahkan, Begini Jawabannya

Baca: Kontroversi PB Djarum Hentikan Audisi Bulutangkis 2020, Gara-gara KPAI Sebut Eksploitasi Anak?

Bagaimana kisah sanga bapak dan anak sulungnya dari saat kecil hingga lulus menjadi doktor? Begini penuturannya sepetri dikutip dari kompas.com.

Saningrat menceritakan bagaimana keluarganya mengantarkan anaknya bisa menempuh pendidikan sampai S3.

Lailatul Qomariyah sudah dikenal di keluarganya sebagai anak yang cerdas sejak di bangku SD, padahal Saningrat tidak pernah memberikan pendidikan khusus kepada anaknya.

Saningrat hanya sibuk bekerja sebagai penarik becak dan istrinya menjadi buruh tani. Namun sejak SD, Lailatul terus-menerus mendapat ranking 1.

"Setelah lulus SD, anak saya mendaftar di SMP negeri. Alhamdulillah diterima di SMPN 1 dan SMPN 4 Pamekasan. Namun, pilihannya jatuh ke SMPN 4 Pamekasan.

Baca: Hasil & Jadwal Kualifikasi Euro 2020 - Spanyol & Italia Selangkah Lagi Lolos, Simak Gol-gol Terbaik

Baca: Bursa Transfer - Pemain Arema FC Takafumi Akahoshi Kaget Ini? Dipecat PSIS Jafri Sastra Menuju PSMS

Saya tidak tahu mengapa Lailatul memilih SMPN 4 Pamekasan," ujar Saningrat saat ditemui di kediamannya, Minggu (8/9/2019).

Halaman
1234
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved