Belum Diperhatikan Pemerintah, Murid SD 44 Bantaulu Jeneponto Masih Belajar di Bawah Tenda

"Saya sudah sering kali mengusulkan untuk perbaikan sekolah, namun hingga saat ini tak ada perbaikan," kata kepala sekolah SD Nomor 44 Bantaulu H Suha

Belum Diperhatikan Pemerintah, Murid SD 44 Bantaulu Jeneponto Masih Belajar di Bawah Tenda
ikbal/tribunjeneponto.com
Suasana proses belajar mengajar SD Nomor 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Kamis (5/9/2019) pagi 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Murid SDN Nomor 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel masih belajar di bawah tenda darurat pasca banjir, Kamis, (5/9/2019) siang.

Pasalnya, bangunan sekolah yang berdampak banjir 22 Janurari 2019 lalu tak kunjung mendapat perbaikan pemerintah.

Bejat, 2 Duda di Luwu Utara Cabuli Bocah 9 Tahun

Harga Emas Batangan Antam Wilayah Makassar Hari Ini Naik 10 Ribu, Berikut Rinciannya

Penjelasan Ustadz Abdul Somad (UAS) Ditanya Anggota DPRD, Sogok Warga saat Pilkada Haram atau Tidak

745 Mahasiswa Universitas Megarezky di Yudisium

Veronica Koman Tersangka Makar Papua Begini Profil dan Sepak Terjangnya, Pernah Ikut Hina Jokowi

Pantauan awak Tribun, sebuah gedung kelas yang terdiri 3 ruangan nampak nyaris ambruk pasca banjir.

Bagian belakang sekolah nampak roboh.

Sementara atap hingga plafon gedung juga nampak roboh.

Akibatnya murid hanya belajar dibawa tenda darurat Kemensos.

"Saya sudah sering kali mengusulkan untuk perbaikan sekolah, namun hingga saat ini tak ada perbaikan," kata kepala sekolah SD Nomor 44 Bantaulu H Suharto.

Menurut Suharto akibat belajar dibawah tenda tak jarang proses belajar terganggu.

Suasana proses belajar mengajar SD Nomor 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Kamis (5/9/2019) pagi
Suasana proses belajar mengajar SD Nomor 44 Bantaulu, Desa Sapanang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Kamis (5/9/2019) pagi (ikbal/tribunjeneponto.com)

"Ini musim kemarau dan angin kencang, tak jarang ini tenda terbang akibat angin itu dan tentu membuat proses belajar terganggu," pungkasnya.

"Ini lagi melantai debu yang tentu kalau angin kencang akan menggangu, kasihan juga siswa dan gurunya," jelas kepsek SD 44 Bantaulu.

Halaman
12
Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved