Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perseteruan Mo Salah & Sadio Mane Apakah Sinyal Liverpool Pecah? Ini Komentar Kapten & Juergen Klopp

Pada laga Liverpool menang empat kali beruntun di Liga Inggris 2019/2020 itu ada hal tak biasa antara Mo Salah dan Sadio Mane.

Editor: Arif Fuddin Usman
TWITTER.COM/LFC
Perseteruan Mo Salah & Sadio Mane Apakah Sinyal Liverpool Pecah? Ini Komentar Kapten & Juergen Klopp 

Perseteruan Mo Salah & Sadio Mane Apakah Sinyal Liverpool Pecah? Ini Komentar Kapten & Juergen Klopp

TRIBUN-TIMUR.COM - Ada kejadian yang menyita publik bola saat Liverpool mengalahkan Burnley 3-0, Sabtu (1/9/2019) lalu.

Pada laga Liverpool meraih hasil sempurna pada laga pekan keempat Liga Inggris 2019/2020 itu ada hal tak biasa antara Mo Salah dan Sadio Mane.

Bertandang ke Turf Moor, Liverpool sukses meraih tiga poin berkat kemenangan tiga gol tanpa balas atas Burnley.

Baca: Status Stadion Mattoanging Berubah, PSM Bingung Bayar Sewa ke Siapa? Selama Ini ke Siapa & Berapa?

Baca: Ada Cinta Segitiga dan CLBK, Guru Ngaji Tewas Disiram Air Keras oleh Pacar Istri, Begini Kisahnya

Gol-gol kemenangan The Reds dalam laga itu hadir lewat gol bunuh diri Chris Wood pada menit ke-33, Sadio Mane (37'), dan Roberto Firmino (80').

Dengan hasil tersebut, Liverpool sukses memperpanjang rekor selalu menang dalam 13 laga terakhir mereka di Liga Inggris.

Pencapaian itu juga membuat The Reds untuk sementara berada di puncak klasemen Liga Inggris 2019/20 dengan torehan sempurna 12 poin dari empat laga.

Meski tengah berada dalam tren positif, tetapi kemenangan Liverpool atas Burnley kemarin diwarnai dengan sedikit friksi antarpemain.

Perselisihan itu terjadi pada dua di antara trisula maut milik The Reds, Sadio Mane dan Mohamed Salah.

Friksi antara Salah dan Mane tersebut justru bermula dari peluang emas yang didapat Liverpool.

Baca: Pantau CCTV di Rumah, Seorang Suami Kaget Lihat Kelakuan Istri, Curhat di FB dan Posting 9 Foto Ini?

Baca: Hasil & Klasemen Liga Spanyol, Joao Felix Bawa Atletico Teratas, Barcelona Seri, Real Madrid Posisi?

Kala itu, Mohamed Salah yang merangsek masuk kotak penalti mendapat umpan matang dari sisi kanan penyerangan.

Pergerakan pemain asal Mesir itu pun sukses menarik perhatian sejumlah pemain bertahan Burnley.

Saat Mohamed Salah di jaga dengan sangat ketat, Sadio Mane yang berada di tengah kotak pinalti tampak berdiri tanpa pengawalan.

Alih-alih mengirim umpan ke Mane, Salah lebih memilih untuk menekuk bola sekali lagi sebelum menembaknya dengan kaki kanan.

Sayang bagi Liverpool, manuver Mohamed Salah itu sudah bisa diantisipasi oleh Burnley sehingga gol tambahan batal tercipta.

Peluang yang terbuang sia-sia tersebut ternyata membuat Sadio Mane merasa sangat gusar.

Baca: Janda Muda Asal Jabar Tinggal di Bali Dihamili Bule Beristri, Minta Bantuan Hotman Paris Tuntut Ini?

Baca: Update Klasemen Liga 1 - Persija Takluk, Barito Putera Naik, PSM Urutan 8, Arema FC & Persib Posisi?

Pemain asal Senegal itu pun tak bisa menutupi perasaannya kala ditarik keluar oleh Jurgen Klopp jelang laga berakhir.

Sesaat setelah keluar lapangan, emosi Sadio Mane seketika pecah dan langsung coba ditenangkan oleh rekan-rekannya.

Peristiwa itu ternyata mendapat perhatian dari banyak pihak, salah satunya adalah Jermaine Jenas.

Mo Salah Disebut Egois

Mantan pemain Tottenham Hotspur itu menyebut Salah seharusnya memberi umpan ketimbang melakukan gocekan yang ujungnya berakhir sia-sia.

"Firmino (seharusnya Mane, red) di ruang kosong dan itu akan menjadi gol yang mudah. Namun Salah memilih menembak dari jauh," ujar Jenas dikutip SportFEAT.com dari Liverpool Echo.

"Itu tidak mencerminkan Liverpool sebagai sebuah tim," ujar pria yang saat ini bekerja sebagai pundit BBC ini.

Berdasarkan penilaian tersebut, Jermaine Jenas pun memaklumi sikap Sadio Mane yang tampak begitu marah.

Akan tetapi, kemarahan Mane pada saat itu justru dinilai sebagai sinyal positif bagi skuad Liverpool.

Kemarahan Sadio Mane dianggap sebagai sikap tak pernah puas yang positif karena terus menginginkan sesuatu berakhir lebih baik.

"Itu menunjukkan gairah lini depan Liverpool yang ingin terus mencetak gol," tutur Jenas.

Baca: Bursa Pemain - Persija Rekrut Joan Campasol, Barito Putera Gaet Cassio de Jesus, Janji Amido Balde?

Baca: 1 Muharram Malam 1 Suro, Berikut Ini 5 Mitos yang Bikin Merinding Bulu Kuduk! Bagaimana Sejarahnya?

Baca: Soal Video Polisi Tendang Motor, Dinilai Arogan Begini Alasan Disidang Propam & Kronologi Lengkapnya

"Mane telah memenangkan sepatu emas pada musim lalu bersama Salah dan tampaknya dia menginginkannya lagi."

"Itu adalah sikap yang luar biasa. Itulah mengapa Liverpool mampu mencetak banyak gol di semua kompetisi," ujar Jermaine Jenas memungkasi.

Pada sisi lain, pihak Liverpool tak ingin terlalu membesar-besarkan friksi yang terjadi antara Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson, menyebut bahwa kejadian tersebut adalah hal yang lumrah dan kedua rekannya itu bakal segera berbaikan.

Yang terpenting bagi Henderson, Liverpool sukses mengamankan poin penuh dalam laga tersebut.

Setelah ini, Liga Inggris 2019/20 bakal memasuki masa jeda internasional selama hampir dua pekan.

Liverpool sendiri dijadwalkan untuk memainkan laga pekan kelima kontra Newcastle United pada Sabtu (14/9/2019).

Komentar Juergen Klopp

Seolah tidak ada hal yang membuat mereka berpotensi untuk saling bermusuhan di dalam tim.

Metro menyebut bahwa kedua pemain sepakat untuk melupakan kejadian di pertandingan melawan Burnley tersebut dan memilih untuk menjaga hubungan baik mereka.

Hal ini juga dibenarkan oleh kapten Liverpool, Jordan Henderson yang menyebut Sadio Mane sudah kembali tertawa dan bercanda dengan pemain lainnya.

Menanggapi kemarahan Sadio Mane, pelatih Liverpool, Juergen Klopp menyebut hal itu biasa dalam sepak bola.

Klopp juga menambahkan bahwa terdapat momen dimana para pemain tidak mengetahui kondisi seperti yang dilihat para penonton yang menyaksikan pertandingan.

"Saya bisa menggambarkan lima hingga enam situasi, dimana banyak orang berpikir 'umpan, umpan, umpan' dan kemudian dia mencetak gol," ucap Juergen Klopp.

"Jadi, itulah kebebasan pemain, seorang pria harus bisa membuat keputusan, mengoper atau tidak mengoper bola.

"Kita bisa membuat kesalahan, Anda bsia kehilangan bola dan misskick, atau terkadang Anda tidak melihat posisi rekan setim," ucapnya lagi.

"Itu bukan berarti Anda mengabaikannya, terkadang bagi kami itu seperti Anda harus melihatnya tetapi tidak bisa," imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com "Dicap Egois, Mohamed Salah Tuai Kritik meski Liverpool Tetap Menang Besar"

Sumber: BolaSport.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved