Tribun Wiki

Tak Puas Duduk di Urutan ke-4 Tes Resmi MotoGP 2019, Ini Profil Maverick Vinales, Pebalap Yamaha

Meskipun demikian dengan lima kemenangan yang diraihnya ia kembali menutup musim dengan menempati klasemen pembalap di peringkat ketiga.

www.foxsports.com.au
Maverick Vinales 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Maverick Vinales sepertinya belum puas dengan kinerja motor Yamaha miliknya.

Hal tersebut dirasakannnya saat melakoni hari pertama tes resmi MotoGP 2019.

Pembalap Monster Energy Yamaha tersebut, pada sesi yang digelas di Sirkuit Misano, San Marino, Kamis (29/8/2019), Maverick Vinales hanya mampu menyelesaikan hari pertama tes resmi MotoGP 2019 dengan bertengger di urutan keempat.

Ia hanya meraih waktu 0,251 lebih lambat dari pembalap satelit Yamaha (Petronas Yamaha SRT) Fabio Quartararo yang keluar sebagai pembalap tercepat.

Dilansir dari Tribun Sport, rekan satu tim Valentino Rossi itu juga berkesempatan untuk menjajal swing arm fiber karbon terbaru serta mesin M1 2020 yang mengalami sedikit perubahan sejak dicoba pertama kali di Brno, Republik Ceska.

Namun, dua terobosan tersebut tak lantas membuat Maverick Vinales merasa cukup puas dengan performa motor YamahaYZR-M1 pada sesi tes resmi tersebut.

Pembalap berusia 24 tahun tersebut mengaku belum merasakan perubahan yang signifikan terkait performa motor pabrikan asal Jepang itu.

"Kami mencoba hal-hal baru pada hari ini, tetapi itu semua masih sama saja bagi saya, kami masih harus bekerja keras," kata Maverick Vinales.

"Kami harus terus bekerja, ini bukanlah langkah yang saya pikir bisa kami lakukan, kami harus terus bekerja ke arah yang membuat kami bisa merasa lebih baik saat melaju di atas motor," ujar Vinales.

Rider berkebangsaan Spanyol itu mengungkapkan jika motor Yamaha masih belum mempunyai daya cengkeram yang mumpuni sehingga hal tersebut sangat berpengaruh pada aspek akselerasi.

"Hari ini adalah hari yang cukup sulit bagi saya dengan motor ini, saya mempunyai sedikit kendala dengan daya cengkeram saat melaju di lintasan," ucap Vinales lagi.

"Pada sesi balapan akhir pekan, akan cukup mudah untuk melaju kencang hingga menembus waktu 1 menit 33 detik atau 1 menit 32 detik, namun itu sangat sulit pada hari ini," tambahnya.

Pada hari kedua tes resmi MotoGP 2019 yang akan berlangsung pada hari ini, Jumat (30/8/2019), Maverick Vinales menyebut jika dirinya akan kembali mencoba setelan motor yang berbeda dibandingkan hari pertama.

"Pada hari kedua ini, kami akan berupaya untuk menggunakan setelan motor atau sesuatu hal lainnya untuk bisa membuat motor ini jauh berkembang dan mengakhiri sesi ujicoba ini dengan perasaan puas," ucap Vinales mengakhiri.

Saat ini Maverick Vinales sendiri masih berada di peringkat kelima klasemen sementara dengan meraih total 118 poin setelah berhasil meraih podium ketiga pada balapan di Sirkuit Silverstone lalu.

Selepas sesi tes resmi di Sirkuit Misano, San Marino, MotoGP 2019 akan jeda kurang lebih selama dua pekan.

Setelah itu para pembalap akan kembali lagi bersaing pada balapan ke-13 musim ini yang akan digelar di sirkuit yang sama yakni pada 13-15 September 2019 mendatang.

Siapa Maverick Vinales?

Dilansir dari wikipedia, Maverick Viñales Ruiz lahir di Figueres, Spanyol, 12 Januari 1995. adalah pembalap asal Spanyol.

Saat usia 12 tahun ia menjuarai seri 125 cc Catalan Champion untuk pertama kalinya dan mampu dipertahankannya setahun kemudian.

Di tahun 2009 ia menempati posisi runner-up kejuaraan CEV Buckler National 125GP championship dengan hanya defisit empat poin.

Karier

Pada tahun 2012, kompetisi World GP 125cc berganti nama menjadi kelas Moto3 dimana motor yang diperlombakan adalah motor bermesin empat langkah.

Regulasi terbaru telah melarang kompetisi menggunakan motor bermesin dua langkah.

Di musim keduanya ini, Maverick Viñales mengalami performa yang cukup fluktuatif.

Meskipun demikian dengan lima kemenangan yang diraihnya ia kembali menutup musim dengan menempati klasemen pembalap di peringkat ketiga.

Di tahun 2013 Maverick Viñales terlibat dalam persaingan titel juara Moto3 bersama Luis Salom dan Álex Rins.

Perebutan gelar juara dunia kelas Moto3 berhasil ia peroleh ketika ia sukses menjuarai seri terakhir di GP Valencia.

Di tahun 2014, Maverick Viñales kembali melanjutkan perjalanan kariernya ke jenjang yang lebih tinggi lagi yakni kelas Moto2.

Secara mengesankan ia mampu menjuarai tiga seri dan kembali dinobatkan sebagai Rookie of the Year di musim pertamanya tersebut.

Dengan pencapaiannya yang gemilang sepanjang kariernya, kelas Moto2 merupakan kelas yang paling singkat ia jalani.

Suzuki yang pada saat itu sedang merencanakan kembalinya mereka ke kompetisi MotoGP 2015 melihat bakat Maverick Viñales akan bermanfaat bagi pengembangan motor GSX-RR yang saat itu sedang dikembangkan oleh pembalap tes berkebangsaan Perancis Randy De Puniet.

MotoGP

Musim 2015, Maverick Viñales resmi bergabung dengan jajaran pembalap kelas premier motoGP dengan Suzuki MotoGP team.

Di tim barunya tersebut ia memiliki rekan satu timnya Aleix Espargaro yang merupakan saudara kandung dari pembalap Yamaha Tech 3 Pol Espargaro.

Di musim pertamanya di kelas motoGP ia terlihat seakan masih di bawah bayang-bayang rekan setimnya yang sudah lebih berpengalaman.

Terhitung dari 18 seri yang ia ikuti pada musim 2015, Maverick Viñales 8 kali finish di luar peringkat sepuluh besar dan dua kali DNF.

Hasil terbaiknya ia raih pada seri GP Catalunya dan GP Australia yang mampu ia selesaikan pada posisi keenam.

Musim 2015 ia tutup dengan menempati peringkat kedua belas klasemen pembalap.

Musim 2016 merupakan tahun kebangkitan Maverick Viñales dan Suzuki.

Dengan beberapa pengembangan seperti Seamles GearBox dan mesin baru GSX-RR yang lebih bertenaga, beberapa kali Maverick Viñales mampu mencuri perhatian pengamat dan fans motoGP.

Di seri pembuka Qatar ia mampu menyelesaikan balapan di posisi keenam, merupakan awal musim yang baik baginya dan Suzuki.

Mengingat di tahun sebelumnya di sirkuit yang sama ia hanya mampu finish di urutan keempat belas.

Di seri kedua GP Argentina Maverick Viñales nyaris memperoleh podium pertamanya seandainya ia tidak mengalami low side, yang menyebabkan ia gagal menyelesaikan balapan.

Podium yang tertunda tersebut akhirnya mampu ia tebus ketika menempati posisi ketiga di balapan GP Perancis sirkuit Le Mans 8 Mei 2016.

Ia mengakhiri musim 2016 dengan menempati peringkat 4 klasemen pembalap.

Dengan talenta yang dimilikinya, beberapa tim pabrikan seperti Yamaha Movistar disebut-sebut telah menawarkan kontrak baginya untuk bergabung bersama tim tersebut.

Dengan resminya kepindahan Jorge Lorenzo ke tim Ducati untuk musim 2017, Yamaha Movistar memang tengah mencari pembalap untuk mengisi kekosongan skuadnya tersebut.

Pihak Suzuki tentu tidak tinggal diam menyikapi tawaran yang masuk kepada pembalap muda berbakatnya tersebut.

Davide Brivio, bos tim Suzuki Ecstar menyatakan bahwa timnya telah memberikan tawaran kenaikan kontrak jika Maverick Viñales tetap bersama Suzuki selama empat musim kedepan.

Akhir musim 2016 secara resmi Maverick Vinales akan bergabung dengan tim Yamaha MotoGP, berduet dengan Valentino Rossi.

Data Diri:

Nama: Maverick Viñales

Instagram: @maverick12official

Kebangsaan: Spanyol

Lahir: 12 Januari 1995

Tempat Lahir: Spanyol Figueres, Spanyol

Orangtua: Ángel Viñales (ibu)

Tim saat ini: Movistar Yamaha MotoGP

No. motor: 25

Situs web: www.maverick25.com

Sejarah perjalanan karier:

Kejuaraan dunia MotoGP (2015–sekarang)

Pabrikan Suzuki (2015-2016)

Yamaha (sekarang)

Klasemen 2017 (50 poin)

Kejuaraan dunia Moto2 (2014)

Kejuaraan dunia Moto3 (2012–2013)

Juara dunia 1 (2013)

Kejuaraan dunia kelas 125cc (2011)

Sumber berita: https://www.tribunnews.com/sport/2019/08/31/maverick-vinales-belum-merasakan-motornya-alami-perubahan-yang-signifikan-jadinya-harus-kerja-keras?page=all
Foto: Instagram

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved