Dinilai Tidak Layak, BAN SM Sulbar Rekomendasi SMA PGRI Sendana Majene Dihentikan

BAN SM Sulbar rekomendasikan SMA PGRI Sendana Kabupaten Majene dihentikan dan di Marger atau dilebur ke sekolah lain.

Dinilai Tidak Layak, BAN SM Sulbar Rekomendasi SMA PGRI Sendana Majene Dihentikan
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Pres rilis BAN SM Provinsi Sulbar tentang hasil visitasi sekolah/madrasah tahap pertama di Hotel Lestari Mamuju. (nurhadi/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Badan Akreditasi Nasinal Sekolah/Madrasah (BAN SM) Provinsi Sulawesi Barat, rekomendasikan SMA PGRI Sendana Kabupaten Majene dihentikan dan di Marger atau dilebur ke sekolah lain.

Ketua BAN SM Sulbar H Amran HB mengatakan, hal tersebut berdasarkan hasil verifikasi dan visitasi yang dilakukan oleh tim asesor yang menilai kelayakan sekolah.

"Sekolah ini kita rekomendaskan siswanya dilebur ke sekolah lain, karena tidak memenuhi standar untuk dilakukan proses belajar,"kata kepada wartawan di Mamuju.

Pres rilis BAN SM Provinsi Sulbar tentang hasil visitasi sekolah/madrasah tahap pertama di Hotel Lestari Mamuju. (nurhadi/tribun)
Pres rilis BAN SM Provinsi Sulbar tentang hasil visitasi sekolah/madrasah tahap pertama di Hotel Lestari Mamuju. (nurhadi/tribun) (TRIBUN TIMUR/NURHADI)

Ia menjelaskan, SMA PGRI Sendana saat ini hanya memiliki 34 siswa, jika dibagi dalam tiga kelompok belajar, otomatis tidak penuhi syarat untuk satu kelas.

"Jumlah guru disana juga sangat kurang, kebanyakan tenaga administrasi,"ujarnya.

Amran mengatakan, pihaknya sudah melakan persuratan beberapa kali ke dinas terkait untuk ditindak lanjuti, namun kebanyak tidak mendapatkan respon.

"Secara kelembagaan kami sudah menyurat ke dinas bahkan ke gubernur untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang bermasalah, tapi kebanyak tidak mendapat respon,"katanya.

Sehingga, lanjut Amran, tidak salah jika menyebut ada ketidak mauan pemerintah di Sulawesi Barat untuk tidak maju di bidang pendidikan.

"Kami melihat memang tidak ada itikad pemerintah untuk berkembang di bidang pendidikan, karena kalau dari segi anggaran, saya kita itu bisa dimanajemen,"ucapnya.

Ia mengungkapkan, konsekuensi jiwa sekolah tidak mendapat akreditasi, siswa yang akan menjadi korban.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved