BAN SM Sebut Ada Ketidak Seriusan Pemprov Sulbar untuk Maju di Bidang Pendidikan

BAN SM Sulbar merilis validasi hasil visitasi, verifikasi hasil validasi dan penyusunan hasil akreditasi sekolah/madrasah

BAN SM Sebut Ada Ketidak Seriusan Pemprov Sulbar untuk Maju di Bidang Pendidikan
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Pres rilis BAN SM Provinsi Sulbar tentang hasil visitasi sekolah/madrasah tahap pertama di Hotel Lestari Mamuju. (nurhadi/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU -- Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN SM) Provinsi Sulawesi Barat, merilis validasi hasil visitasi, verifikasi hasil validasi dan penyusunan hasil akreditasi sekolah/madrasah tahap pertama tahun 2019.

Anggota BAN SM Pusat Dr Muhammad Sayuti Ph.D mengatakan, tahun ini secara nasional BAN SM melakukan akreditasi terhadap 56.460 sekolah.

"Sulawesi Barat ini mendapatkan 775 kuota, tapi semoga masih ada tambahan,"kata Muhammad Sayuti di Hotel Lestari Mamuju, Jl Musa Karim, Kelurahan Karema, Rabu (28/8/2019) malam.

Sayuti menuturkan, akreditasi sekolah tahun ini ada dua yang menjadi prioritas, yakni sekolah yang sama sekali belum pernah akreditasi, sehingga tidak ada lagi sekolah yang tak diketahui nasibnya.

Prioritas kedua yakni sekolah yang masa akreditasinya hampit habis, dua dua sampai satu tahun sebelum masa akreditasi berakhir.

"Kita menyebutnya supaya tidak ada lagi sekolah yang di alam ghoib. Ini adalah salah satu Nawacita Jokowi, bahwa seluruh sekolah di Indonesia harus diketahui nasibnya,"ujarnya.

Dikatakan, tahun ini yang diprioritas adalah SMA dan SMK. Alasannya, jika masih ada lulusan SMA/SMK yang sekolahnya tidak terakreditasi maka tidak dapat melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi negeri.

"Jadi pada dasarnya adalah, tugas BAN, baik BAN pusat, provinsi, serta asesor, menilai kelayaan sekolah. Di Sulbar ada sekitar 158 asesor tersebar menilai kelayakan sekolah,"sebutnya.

Ia mengungkapkan, angka sekolah di Sulawesi Barat yang terakreditasi dengan baik atau status akreditasi A hanya 7 persen atau 38 sekolah dari total sekolah yang terakreditasi.

"Anda bisa bayangkan provinsi lain 70 persen yang akreditasi A. Apa maknanya data ini bagi masyarakat Sulbar, ini yang harus dituntaskan, sampaikan ke pak Gubernur dan masyarakat bahwa seperti inilah kondisi pendidikan saat ini,"pungkasnya.

Halaman
123
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved