Anggota DPRD Mamasa Henrika Sua'tasik Tolak Pin Emas, Minta Kuningan

Henrika merupakan anggota DPRD Mamasa terpilih mewakili Dapil Mamasa III dari Partai Solidaritas Indonesi (PSI).

Anggota DPRD Mamasa Henrika Sua'tasik Tolak Pin Emas, Minta Kuningan
semuel/tribunmamasa.com
Anggota DPRD Mamasa Dapil III Partai PSI, Henrika Sua'tasik 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Henrika Sua'tasik, anggota DPRD Mamasa periode 2019-2024 menolak pemberian pin emas.

Henrika merupakan anggota DPRD Mamasa terpilih mewakili Dapil Mamasa III dari Partai Solidaritas Indonesi (PSI).

Dari 30 anggota DPRD Mamasa yang telah dilantik, Rabu (28/8/2019) sore, hanya dia yang menolak pemberian pin emas.

Pin emas dengan berat 10 gram seharga Rp 8 juta itu ia tolak dengan alasan instruksi pimpinan partai yang diketuai Grace Natalie.

Henrika mengungkapkan, dirinya menolak pin emas dan mengusulkan diberikan pin yang berbahan logam kuning, bukan emas.

Hal itu dilakukan karena pemberian dan penggunaan pin emas dianggap hanya pemborosan anggaran.

"Kita lebih mengutamakan kinerja, tanpa pin emas kita juga tetap bisa menjalankan tugas," ungkap Hendrika saat dikonfirmasi usai pelantikan.

Senada itu, Ketua DPC PSI Kabupaten Mamasa, Setriawan, menjelaskan penolakan pin emas itu berdasarkan instruksi dari DPP PSI.

Ia menyebutkan, kurang lebih 80 anggota DPRD tingkat satu dan dua di seluruh wilayah Indonesia menolak diberikan pin emas.

"Ini karena pengadaan pin emas dianggap terlalu mahal, sehinggap dianggap pemborosan anggaran," jelaa Setriawan.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved