Pelaku Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto Terima Hukuman Kebiri, Benarkah Melanggar HAM? Ini Kata Hakim

Vonis hukuman kebiri kimia bagi Aris pelaku pemerkosa 9 anak menjadi kasus pertama di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

Pelaku Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto Terima Hukuman Kebiri, Benarkah Melanggar HAM? Ini Kata Hakim
Surya Online
Pelaku Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto Terima Hukuman Kebiri, Benarkah Melanggar HAM? Ini Kata Hakim 

TRIBUN-TIMUR.COM-Vonis hukuman Kebiri Kimia bagi Aris pelaku pemerkosa 9 anak menjadi kasus pertama di wilayah Mojokerto, Jawa Timur.

Putusan pengadilan Negeri Mojokerto menjatuhkan hukuman Kebiri Kimia untuk Aris berdasarkan fakta hukum.

Menurut Ketua Pengadilan Negeri Mojokerto, Muslim mengatakan, hukuman berat kepada para pelaku kejahatan seksual khususnya perkosaan terhadap anak-anak, penting diberikan agar memberi efek jera.

Menurut Muslim, keputusan para hakim menjatuhkan vonis Kebiri Kimia terhadap Aris didasarkan pada fakta hukum di persidangan serta pertimbangan dari hakim berdasarkan fakta-fakta yang terungkap.

7 Fakta Aris Perkosa 9 Anak di Mojokerto, Tolak Dikebiri Kimia Malah Minta Hukuman Mati, Alasannya3
7 Fakta Aris Perkosa 9 Anak di Mojokerto, Tolak Dikebiri Kimia Malah Minta Hukuman Mati, Alasannya3 (Tribunnews)

Baca: 7 Fakta Aris Perkosa 9 Anak di Mojokerto, Tolak Dikebiri Kimia Malah Minta Hukuman Mati, Alasannya

Baca: Muh Aris Pemerkosa 9 Anak Dijatuhi Hukuman Kebiri Kimia, Kejari Mojokerto Cari Dokter untuk Eksekusi

Baca: Apa Itu Kebiri Kimia, Hukuman yang Dijatuhkan untuk Pemerkosa 9 Anak di Mojokerto, Cek Cara Kerjanya

Selain itu, efek perbuatannya menimbulkan perasaan sedih yang mendalam pada keluarga korban.

Dia mengakui, hukuman Kebiri Kimia sempat memunculkan wacana potensi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) terkait putusan tersebut.

Pelaku pemerkosa 9 anak di Mojokerto divonis hukuman kebiri kimia
Pelaku pemerkosa 9 anak di Mojokerto divonis hukuman kebiri kimia (Istimewa)

Namun, kata Muslim, guna memberikan keadilan dan kepastian hukum, wacana dan perdebatan tersebut sebaiknya tidak perlu diteruskan.

"Tadi ada pertanyaan juga terkait hukuman (Kebiri Kimia) ini, apa itu tidak melanggar HAM. Nah, terdakwa ini melanggar HAM lebih dulu, merampas hak anak kecil sehingga anak kecil ini masa depannya menjadi suram," ujar Muslim saat ditemui Kompas.com di Pengadilan Negeri Mojokerto, Senin (26/8/2019).

Sebagaimana diberitakan, Muh Aris (20), pemuda asal Dusun Mengelo, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, harus menjalani hukuman Kebiri Kimia setelah terbukti melakukan perkosaan terhadap 9 anak.

Berdasarkan putusan pengadilan, terpidana kasus pelecehan dan kekerasan seksual terhadap anak-anak itu juga harus mendekam di penjara selama 12 tahun, serta denda Rp 100 juta subsider 6 bulan penjara.

Halaman
1234
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved