Polisi Tak Tahan 5 Tersangka Korupsi APBD Takalar

Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar tidak melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan tindak pidana korupsi APBD Takalar Tahun 2017.

Polisi Tak Tahan 5 Tersangka Korupsi APBD Takalar
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Penyidik Unit Tipikor Polres Gowa melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi APBD Takalar Tahun 2017. (Foto Humas Polres Takalar) 

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Satuan Reserse Kriminal Polres Takalar tidak melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan tindak pidana korupsi APBD Takalar Tahun 2017.

Dalam kasus tersebut, lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima tersangka ini yakni MR yang menjabat kepala badan, AM bendahara OPD, AR jabatan kepala Bidang, sedangkan dari pihak swasta/rekanan ialah MT dan AS.

Mereka menyandang status hukum sebagai tersangka sejak Maret 2019, atau lima bulan lalu.

Peneliti ACC Makassar, Anggareksa menilai tersangka korupsi semestinya ditahan untuk memudahkan penyidikan.

"Tersangka kasus korupsi itu sebaiknya ditahan guna mempermudah proses hukum," katanya kepada Tribun Timur, Senin (26/8/2019).

Kedua, tersangka kasus korupsi yang tidak ditahan bisa berpotensi menghilangkan barang bukti ataupun melarikan diri.

"Jangan sampai tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti," sambungnya.

Dalam kasus dugaan korupsi Bapelitbang Kabupaten Takalar ini, polisi menyebut ada indikasi kerugiaan negara senilai Rp2.8 miliar.

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Takalar Tahun 2017.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved