Breaking News:

SYL Way

Catatan Syahrul Yasin Limpo dari Makassar untuk Indonesia Damai

Pokok-pokok pikiran ini disampaikan SYL pada FGD dari Makassar untuk Indonesia Damai di Warkop Phoenam, Kota Makassar, Senin (26/8/2019).

TRIBUN TIMUR/MUHAMMAD ABDIWAN
Syahrul Yasin Limpo (SYL) 

Ambil contoh arti hujan bagi tanaman dan hewan. Dibutuhkan pada kadar yang diperlukan pada waktu dan momentum yang tepat, itulah arti pemerintahan.

Pemerintahan yang terlalu ikut campur pada setiap aspek kehidupan masyarakatnya akan mematikan kreatvitas dan melemahkan kemandirian.

Demikian pula sebaliknya, bila pemerintah terlalu menyerahkan segala sesuatunya kepada rakyat untuk menentukan arah dan jalannya pembangunan, maka pemerintahan yang seperti ini akan menciptakan arah pemerintahan dan pembangunan tidak menentu.

Lalu bagaimana pemerintah dapat diakselerasikan kalau pemerintah sendiri bukanlah obyek melainkan subyek bersama-sama dengan masyarakatnya.

Maka pemerintah seharusnya mengakselerasi setiap kekuatan masyarakat agar pemerintah tidak capek mendayung sendiri.

Polisi Tak Tahan 5 Tersangka Korupsi APBD Takalar

BREAKING NEWS: Polisi Evakuasi Perampok yang Terkurung di Rumah Warga Jl Dg Tata

David Osborne sejak lama mengingatkan agar pemerintah berhenti mendayung karena pasti capek dan rakyatnya pada suatu saat akan masa bodoh karena tidak diberikan peran yang signifikan.

"Better steering rather than rowing".

Kata Osborne bahwa pemerintah seharusnya memberikan arah yang jelas tentang kemana rakyat akan dibawa karena rakyat sebenarnya memiliki energi yang luar biasa untuk mewujudkan sasaran-sasaran pembangunan.

Cuma jarang didayagunakan karena dimasa lalu pemerintah selalu merasa potensil. Padahal tidak demikian.

Kalau kita mencoba menghitung kontribusi masyarakat dibanding pemerintah pada daerah atau bahkan negara, maka terlihat jelas bahwa kontribusi rakyat jauh lebih besar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved