OPINI

OPINI - Perspektif Kefederasian di Provinsi

Pada saat kemerdekaan masih seumur jagung, negara ini bahkan sudah menghadapi reaksi dan pemberontakan-pemberontakan lokal,...

OPINI - Perspektif Kefederasian di Provinsi
AM Sallatu

Oleh:
AM Sallatu
Koordinator Jaringan Peneliti Kawasan Timur Indonesia (JiKTI)

Sampai detik ini, kepentingan NKRI masih saja selalu harus berhadapan dengan aspirasi dan kepentingan keotonomian lokal.

NKRI yang sudah dipatok sebagai sebuah harga mati, sebenarnya senantiasa mengatur tentang pemberian ruang untuk dapat mengakomodasi keotonomian lokal, termasuk nilai dan kearifan lokal yang ada yang sangat berbagai-bagai dan banyak pula jumlahnya.

Tetapi tetap saja aspirasi dan kepentingan keotonomian lokal mencuat ke permukaan kompleksitas kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Hal ini memperlihatkan bahwa jauh sebelum kompleksitas permasalahan yang didorong oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang ini, Indonesia sudah memiliki warisan permasalahan kompleks yang selalu saja tidak mudah dikelola.

Pada saat kemerdekaan masih seumur jagung, negara ini bahkan sudah menghadapi reaksi dan pemberontakan-pemberontakan lokal, atas dasar aspirasi kelokalan.

Dipandang ada nilai, setidaknya sifat, kelokalan yang dianggap belum terakomodasi dalam tatanan kesatuan.

Pemberontakan demi pemberontakan mampu diredam, meskipun tentu saja melelahkan disamping menimbulkan korban jiwa dan biaya yang tidak kecil.

Apakah aspirasi dan kepentingan lokal sudah berhenti muncul dan dimunculkan?

Rupanya, harus diakui bahwa aspirasi dan kepentingan lokal itu juga berkembang dinamis dalam memperlihatkan bentuknya, baik yang bersifat soft maupun hard.

Baca: Kecam Pembakaran Bendera di DPRD Sulsel, HMI Temui Kapolres Maros

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved