Mahfud MD: Pernyataan UAS Sudah Kadaluarsa untuk Dipidanakan dan Masyarakat Sudah Memaafkan

Mahfud MD: Pernyataan UAS Sudah Kadaluarsa untuk Dipidanakan dan Masyarakat Sudah Memaafkan

Mahfud MD: Pernyataan UAS Sudah Kadaluarsa untuk Dipidanakan dan Masyarakat Sudah Memaafkan
Instagram
Mahfud MD dan UAS 

Mahfud MD Sebut Pernyataan Ustadz Abdul Somad ( UAS ) Sudah Kadaluarsa untuk Dipidanakan dan Masyarakat Sudah Memaafkan

TRIBUN-TIMUR.COM - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang juga mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menanggapi persoalan hukum yang sedang dihadapi Ustadz Abdul Somad ( UAS ) saat ini.

Menurutnya kasus hukum terhadap UAS sudah selesai.

"Ada dua hal yang harus diingat, satu penyataan UAS itu sudah kadaluarsa untuk dipidanakan, dan masyarakat sudah memaafkan,"ujar Mahfud MD kepada Tribunpekanbaru.com Selasa (20/8) saat ditemui di Pekanbaru.

Mahfud MD menambahkan, supaya diingat setiap tindak pidana itu ada kadaluarsanya, ketika sudah kadaluarsa maka tidak ada lagi pidananya.

"Oleh sebab itu. Kita anggap selesai, kepada UAS segera selesaikan studi dengan baik dan segera kembali ke Indonesia,"jelas Mahfud MD.

Baca: Mendadak Ustadz Yusuf Mansur Posting Foto Ustadz Abdul Somad (UAS) Saat Masih Remaja, Ada Apa?

Baca: 4 Link Live Streaming Siaran Langsung PSS Sleman vs PSM Makassar Jam 18.30, Nonton Tanpa Buffer

Mahfud MD menambahkan, tidak perlu dibesar-besarkan lagi soal UAS, apalagi dianggap selama ini UAS juga hatinya sama dengan yang tetap cinta NKRI.

Ustaz Abdul Somad (tengah) bersama Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abas (kiri) dan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Muhyiddin Junaidi (kanan) saat memberikan keterangan kepada media di Gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019).
Ustaz Abdul Somad (tengah) bersama Sekertaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abas (kiri) dan Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Muhyiddin Junaidi (kanan) saat memberikan keterangan kepada media di Gedung MUI Pusat, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2019). (Tribunnews/Jeprima)

"Soal beda pilihan politik tidak apa-apa tapi hatinya UAS itu sama dengan kita,"ujar Mahfud MD.

Terkait adanya peluang hukum bagi yang menyebarkan video tersebut, menurut Mahfud MD memang punya peluang, hanya saja menurutnya cukup dijadikan sebagai pembelajaran saja kedepannya.

"Ini sebagai pembelajaran tidak semua tindak pidana itu bisa diadukan. Kalau sudah kadaluarsa ya kadaluarsa,"jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved