Gelar Mapping di 30 Titik di Makassar, BI Sulsel Tidak Temukan KUPVA BB Ilegal

Mapping ini merupakan bentuk tindak lanjut dari BI Sulsel, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI)No 18/20/PBI/2016.

Gelar Mapping di 30 Titik di Makassar, BI Sulsel Tidak Temukan KUPVA BB Ilegal
sukma/tribuntimur.com
Suasana pemaparan hasil penertiban KUPVA BB di Ruang Rapat KPw BI Sulsel lantai IV, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/8/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel, sukses menggelar mapping Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB).

Kegiatan itu digelar di 30 titik di Kota Makassar.

Melalui mapping tersebut yang dilakukan di pusat perbelanjaan, travel, pusat ole-ole, hotel, toko emas dan tempat-tempat yang dianggap berpotensi tidak memiliki izin operasi.

Mapping ini merupakan bentuk tindak lanjut dari BI Sulsel, sebagaimana yang diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI)No 18/20/PBI/2016.

LENGKAP Niat & Keutamaan Sholat Tahajud di Sepertiga Malam, Penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat

PSM Makassar Ungguli PSS Sleman di Babak Pertama

M Roem Pastikan Tidak Akan Ubah Subtansi Laporan Pansus

Auran itu terkait perihal Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank.

Demikian disampaikan Deputi Direktur BI Sulsel, Iwan Setiawan saat menggelar pemaparan hasil penertiban KUPVA BB.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat KPw BI Sulsel lantai IV, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (23/8/2019).

Ia mengatakan, mapping dilakukan dengan metode mystery shopper kepada pelaku usaha.

"Hasil mapping tidak ditemukan adanya transaksi jual beli valas ilegal," katanya.

Ia bahkan menilai, pada pelaksanaannya pihak-pihak yang menjadi tempat uji coba transaksi telah bersikap kooperatif.

LENGKAP Niat & Keutamaan Sholat Tahajud di Sepertiga Malam, Penjelasan dari Ustaz Adi Hidayat

PSM Makassar Ungguli PSS Sleman di Babak Pertama

M Roem Pastikan Tidak Akan Ubah Subtansi Laporan Pansus

Halaman
12
Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved