Kondisi Terkini Papua

Tokoh Masyarakat Luapkan Kesedihan, Menkopolhukam: Kami Sayang Papua

George langsung meluapkan kesedihan dan emosinya mengingat tindakan penghinaan yang diterima warga Papua.

Tokoh Masyarakat Luapkan Kesedihan, Menkopolhukam: Kami Sayang Papua
fahrizal/tribun-timur.com
Menkopolhukam, Kapolri, Panglima TNI, Gubernur Papua Barat, dan tokoh masyarakat berfoto sambil merangkul satu sama lain. Pertemuan ini sebagai upaya untuk menciptakan kembali suasana kondusif di Papua Barat. (Fahrizal Syam) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MANOKWARI - Seorang tokoh masyarakat Manokwari meluapkan kesedihannya kala bertemu dengan Menkopolhukam, Panglima TNI, dan Kapolri, di Swiss-Belhotel Manokwari, Kamis (22/8/2019).

Tokoh masyarakat yang bernama George C Auparay ini, awalnya diberi kesempatan untuk bertanya dan diskusi usai Menkopolhukam Wiranto berbicara.

George langsung meluapkan kesedihan dan emosinya mengingat tindakan penghinaan yang diterima warga Papua.

"Kami ini sudah sepakat bahwa kita semua satu bangsa, tapi mengapa kami diperlakukan begini," ujar dia.

"Kalau begini kami menyesal berada di negara model begini. Dimana kami tak diakui sebagai bangsa. Sebagai anak bangsa Indonesia," kata George.

Pameran Alutsista Sisa 3 Hari di TSM Makassar, Banyak Spot Foto Kece Lho

Menkopolhukam, Kapolri dan Panglima TNI Tiba di Papua: Ini Pelajaran Berharga untuk Kita Semua

FAKTA BARU Video Vina Garut, Pemeran Wanita Ternyata Masih Cinta Mantan Suami, Dibayar Rp 500 Ribu

Menurutnya, permintaan maaf tidaklah cukup untuk mengobati rasa sakit yang dirasakan masyarakat Papua.

Namun harus ada tindakan nyata agar kejadian tak berulang.

"Kami sedih, susah menatap masa depan kami dengan perlakuan begini. Minta maaf adalah hal biasa, Natal, Idulfitri bisa kita lakukan, tapi soal penghinaan suatu suku bangsa ini sangat luar biasa. Kami tidak terima," tegasnya.

"Kemarin saya sempat tulis dua gubernur menghadap presiden minta Papua keluar NKRI. Maksunya apa, agar ini tidak terulang lagi, hari ini minta maaf, besok terulang lagi," ujar dia.

"Kalau perlu buat kepres atau UU, kalau ada yang berkata rasis ke orang Papua, kami kelur dari NKRI," kata dia dengan nada tegas.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved