PKM UNM Gelar Sosialisasi Penjernihan Air di Desa Tadampalie Wajo

Warga setempat, Mustari, mengatakan program itu sangat bagus dan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memperoleh air bersih

PKM UNM Gelar Sosialisasi Penjernihan Air di Desa Tadampalie Wajo
Humas UNM
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNM menggelar sosialisasi penjernihan air di Desa Tadampalie, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, 22 hingga 24 Agustus 2019 

SABBANGPARU, TRIBUN-TIMUR.COM, - Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNM menggelar sosialisasi penjernihan air di Desa Tadampalie, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, 22 hingga 24 Agustus 2019.

Sebelumnya dilakukan pembuatan tangka septik pada tanggal 29 Juli 2019 yang berwawasan lingkungan sebagai suatu solusi untuk mengatasi pencemaran air tanah.

Program penjernihan air itu merupakan program lanjutan dari penyuluhan Peningkatan Kualitas Air dan Lingkungan di Desa Tadampalie Kabupaten Wajo yang dilanjutkan dengan serah terima alat penjernihan air water filter.

Pada pembuatan septic tank ini dilengkapi dengan saringan sederhana untuk air buangan rumah tangga seperti air sabun bekas cucian, kotoran, serta kegiatan-kegiatan lain yang bisa mencemari air tanah.

Dosen pengabdi program tersebut, Drs Taufiq Natsir, M.Pd, dan Dr. Muh. Ihsan Ali, MT, menjelaskan kegiatan itu merupakan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat dalam ruang lingkup ketersediaan air bersih.

Dijelaskan, program itu merupakan suatu program kepedulian terhadap kesehatan masyarakat mengingat makin langkanya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Khususnya pada daerah sepanjang Sungai Walanae yang selalu mengalami masalah banjir disamping air buangan rumah tangga yang tidak berwawasan lingkungan.

“Sehingga sumber air masyarakat selalu mengalami pencemaran baik warna, bau, dan rasa sehingga sangat dibutuhkan teknologi untuk mengolahnya,” jelasnya.

Kondisi air tanah di Desa Tadangpalie, Kecamatan Sabbangparu, disebutkan sebagian besar digunakan untuk kebutuhan rumah tangga yang masih berbau dan berwarna kekuningan sehingga kehadiran septic tank diharapkan dapat mencegah pencemaran air tanah.

Warga setempat, Mustari, mengatakan program itu sangat bagus dan diharapkan dapat membantu masyarakat dalam  memperoleh air bersih.

Menurutnya, kebutuhan air minum masyarakat desa setempat masih terkendala karena mengonsumsi air sumur, bukan air PDAM atau air gallon.

“Mereka tinggal memasak air sumur tersebut walaupun air dalam keadaan berwarna. Jadi diharapkan dengan adanya program ini dapat mencegah dan membantu mengatasi warna air ataupun bau," paparnya.

PKM merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang dikompetitifkan oleh Kementerian Ristek Dikti dan merupakan hasil hasil penelitian yang diterapkan di masyarakat.(*)

Penulis: Wahyu Susanto
Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved